Materi Dasar Photoshop


A. PENDAHULUAN
Adobe Photoshop merupakan salah satu dari software aplikasi yang digunakan untuk pengolahan gambar. Meskipun begitu banyaknya software aplikasi yang memiliki fungsi yang sama dengan Adobe Photoshop, akan tetapi Adobe Photoshop digemari dikalangan para design grafis. Hal ini disebabkan karena Adobe Photoshop mudah untuk digunakan, terutama efek-efek yang dibutuhkan hampir semuanya ada. Penggunaan Adobe Photoshop seperti untuk meng-edit foto (gambar) yang sudah ada atau memperbaiki foto (gambar) agar tampak lebih bagus dan menarik,, pembuatan iklan (brosur), pembuatan tulisan dengan efek-efek tertentu maupun untuk pembuatan design pada website.


Perkembangan Adobe Photoshop sudah semakin pesat, adobe photoshop memiliki banyak versi. Versi yang terbaru akan memiliki komponen-komponen yang lebih lengkap dibandingkan dengan versi sebelumnya. Modul ini akan membahas dan mengupas tentang Adobe Photoshop CS 8.0, mulai dari pengenalan komponen-komponen Adobe Photoshop CS sampai dengan penggunaan efek-efek Adobe Photoshop CS pada tulisan maupun foto (gambar). Bila masih menggunakan Adobe Photoshop 7.0 modul ini masih bisa digunakan, karena tools yang dimiliki oleh Adobe Photoshop 7.0 hampir sama dengan tools yang dimiliki oleh Adobe Photoshop CS 8.0.

B. PENGENALAN KOMPONEN PADA PHOTOSHOP
Untuk menggunakan Adobe Photoshop, komponen-komponen yang dimiliki harus di ketahui. Lihat tampilan Adobe Photoshop CS di bawah ini.

C. MENU BAR PADA ADOBE PHOTOSHOP
1) File, berkaitan dengan File seperti membuka, menyimpan, menutup, import, export, pengaturan kertas, mencetak.
2) Edit, berkaitan dengan editing secara umum seperti cut, copy, paste, transform image, serta untuk mengatur preferences Adobe Photoshop.
3) Image, berisi editing image untuk mengatur warna, duplicate/menggandakan image, mengatur ukuran image, merubah posisi image.
4) Layer, berkaitan dengan manajemen layer pada image, seperti menambah layer, menggandakan layer, menghapus, menambah efek pada layer.
5)Select, berkaitan dengan selection image.
6) Filter, berisikan filter-filter yang terinstall pada Photoshop yang dapat digunakan untuk memberi efek tertentu pada image.
7)View, digunakan untuk pengaturan view seperti zooming image, menampilkan skala, dan sebagainya.
8)Window, digunakan untuk menampilkan komponen-komponen yang dimiliki oleh Adobe Photoshop.
9)Help, digunakan untuk menampilkan help Adobe Photoshop.

D. TOOLBOX PADA ADOBE PHOTOSHOP

ToolBox berisikan seperangkat tools yang digunakan untuk meng-edit atau memanipulasi image.

Marquee Tool
a.Rectangular Marquee , digunakan untuk membuat area selection berbentuk segi empat pada image.
b.Elliptical Marquee, digunakan untuk membuat area selection berbentuk elips atau lingkaran pada image.
c.Single Row Marquee digunakan untuk membuat area selection satu baris pada image (ukuran tinggi selection adalah 1 pixel)
d.Single Column Marquee, digunakan untuk membuat area selection satu kolom pada image (ukuran lebar selection adalah 1 pixel).

Move Tool
Digunakan untuk menggeser/memindah selection, layers, dan guides.

Lasso Tool
a.Lasso, digunakan untuk membuat area selection dengan bentuk bebas
b.Polygonal Lasso, digunakan untuk membuat area selection berbentuk poligon
c.Magnetic Lasso, digunakan untuk membuat area selection dengan cara menempelkan tepi selection pada area tertentu pada image.

Magic Wand Tool
Digunakan untuk membuat area selection yang memiliki warna serupa. Perbedaan toleransi warna dapat diatur pada tool option bar.

Crop Tool
Digunakan untuk memangkas image (memotong dan membuang area tertentu dari image)

Slice Tool
a.Slice Tool, digunakan untuk membuat potongan-potongan image dari suatu image.
b.Slice Select Tool, digunakan untuk memilih potongan pada suatu image.

Healing Tool
a.Healing Brush Tool, digunakan untuk mengecat/melukis image dengan pola atau sample tertentu. Cocok untuk memperbaiki image yang agak rusak.
b.Patch Tool, digunakan untuk mengecat/melukis pada area tertentu image dengan pola (pattern) atau sample tertentu. Cocok untuk memberbaiki image yang rusak.

Brush Tool
a.Brush Tool, digunakan untuk melukis image dengan goresan kuas.
b.Pencil Tool, digunakan untuk melukis image dengan goresan pencil.

Stamp Tool
a.Clone Stamp Tool, digunakan untuk melukis image dengan sample image tertentu.
b.Pattern Stamp Tool, digunakan untuk melukis image dengan menggunakan pola tertentu.

History Brush Tool
a.History Brush Tool, digunakan untuk melukis image menggunakan snapshot atau state history dari image.
b.Art History Tool, digunakan untuk melukis image menggunakan snapshot atau state history dari image, dengan model artistik tertentu.

Eraser Tool
a.Eraser, digunakan untuk menghapus pixel image dan mengembalikannya ke state tertentu.
b.Background Eraser, digunakan untuk menghapus area tertentu image menjadi transparan.
c.Magic Eraser, digunakan untuk menghapus area tertentu image yang memiliki warna yang serupa menjadi transparan dengan satu kali klik.

Paint Bucket Tool
a.Paint Bucket Tool, digunakan untuk mengecat area yang dipilih dengan warna foreground atau pola tertentu.
b.Gradient Tool, digunakan untuk mengecat area yang dipilih (selected area) dengan perpaduan banyak warna.

Blur Tool
a.Blur Tool, digunakan untuk menghaluskan/mengaburkan area tertentu pada image.
b.Sharpen Tool, digunakan untuk menajamkan area tertentu pada image.
c.Smudge Tool, digunakan untuk menggosok/mencoreng area tertentu pada image

Dodge Tool
a.Dodge Tool, digunakan untuk menerangkan warna di area tertentu pada image.
b.Burn Tool, digunakan untuk menggelapkan warna di area tertentu pada image.
c.Sponge Tool, digunakan untuk mengubah saturation di area tertentu pada image.

Selection Tool
a.Path Selection Tool, digunakan untuk melakukan selection path.
b.Direct Selection Tool, digunakan untuk mengubah anchor dan direction point dari path.

Text Tool
a.Horizontal Type Tool, digunakan untuk membuat tulisan secara horizontal.
b.Vertical Type Tool, digunakan untuk membuat tulisan secara vertical.
c.Horizontal Type Mask Tool, digunakan untuk membuat selection berbentuk tulisan secara horizontal.
d.Vertical Type Mask Tool, digunakan untuk membuat selection berbentuk tulisan secara vertical.

Pen Tool
a.Pen Tool, digunakan untuk membuat path dengan lengkung-lengkung yang halus.
b.Freeform Pen Tool, digunakan untuk membuat path berbentuk bebas.
c.Add Anchor Point Tool, digunakan untuk menambah anchor point pada path.
d.Delete Anchor Point Tool, digunakan untuk menghapus anchor point tertentu pada path.
e.Convert Point Tool, digunakan untuk mengubah anchor dan direction point tertentu pada path.

Shape Tool
a.Rectangle Tool, digunakan untuk menggambar bentuk segi empat.
b.Rounded Rectangle Tool, digunakan untuk menggambar segi empat melengkung.
c.Ellipse Tool, digunakan untuk menggambar ellipse.
d.Polygon Tool, digunakan untuk menggambar polygon.
e.Line Tool, digunakan untuk menggambar garis lurus.
f.Custom Shape Tool, digunakan untuk menggambar bentuk tertentu dari daftar bentuk yang ada.

Notes Tool
a.Notes Tool, digunakan untuk membuat catatan pada image.
b.Audio AnnotationTool, digunakan untuk membuat suara/audio pada image.

Eyedropper Tool
a.Eyedropper Tool, digunakan untuk mengambil sample warna pada image untuk warna foreground.
b.Color Sampler Tool, digunakan untuk mengambil berbagai sample warna pada image.
c.Measure Tool, digunakan untuk mengukur jarak atau sudut pada image.

Hand Tool
Digunakan untuk menggeser/memindah bidang pandang image di dalam window view area.

Zoom Tool
Digunakan untuk memperbesar atau memperkecil tampilan image.

Foreground Color, Background Color
Untuk mengganti warna background dan foreground.
E. OPTION BAR
Hampir semua tool pada Toolbox memiliki options, yang ditampilkan pada Tool Option Bar. Options tersebut digunakan untuk mengatur nilai parameter dari tool yang sedang aktif/dipilih. Contoh tampilan option bar bila move tool diaktifkan.


Gambar: Option Bar Move Tool
F. PALETTE

Palette Photoshop berguna untuk memudahkan dalam navigasi maupun editing image. Untuk menyembunyikan/menampilkan palette, digunakan menu Window, kemudian pilih palette yang ingin disembunyikan/ditampilkan.

a) Layer Palette Pada Adobe Photoshop
Didalam layer palette ditampilkan semua layer yang digunakan atau dibuat dalam lembar kerja.

b)Navigator Palette Pada Adobe Photoshop
Digunakan untuk mengatur besar kecilnya tampilan lembar kerja dalam satuan persen (%). Didalam Navigator juga ditampilkan miniature dari keseluruhan lembar kerja dalam bentuk gambar.

c) Color Palette Pada Adobe Photoshop
Menampilkan warna yang dimiliki oleh Adobe Photoshop, digunakan untuk memilih warna yang diinginkan dalam mewarnai tulisan dan yang lainnya yang memerlukan pewarnaan.



G. LEMBAR KERJA

Lembar kerja digunakan untuk menampilkan gambar yang sedang dikerjakan. Seperti pemberian efek, pengeditan maupun yang lainnya. Selain itu bisa juga ditampilkan lembar kerja yang baru tanpa yang masih kosong (Bukan gambar). Cara membuka lembar kerja yang baru:
a. Klik File > New. Maka akan muncul kotak dialog new.


b. Penjelasan kotak dialog New.
- Name, nama file gambar yang dibuat.
- Preset, untuk memilih ukuran kertas (leter, legal, A4 atau yang lainnya).
- Width, lebar kertas kerja (baik dalam ukuran pixels, inches atau yang lainnya).
- Height, tnggi kertas kerja (baik dalam ukuran pixels, inches atau yang lainnya).
- Resolution, resolusi kertas kerja.
- Color Mode, model warna yang dipakai baik Bitmap, Grayccale, RGB Color, CMYK Color atau yang lainnya. Disini juga bisa diatur Bit nya.
- Background Contents, disini diatur jenis backgroundnya (putih, transparan atau yang lainnya).
c. Setelah selesai pengaturannya klik OK.



H. CARA MEMBUKA FILE GAMBAR ATAU FOTO
Cara membuka file gambar atau foto:
a. Klik File > Open. Maka akan muncul kotak dialog open sebagai berikut.


b. Cari alamat file gambar (foto) yang dimiliki. Pilih gambar (foto) yang ingin di-edit.
c. Klik Open.

I. MODE DAN MODEL WARNA
Mode warna menentukan model warna yang digunakan untuk menampilkan dan mencetak suatu image.
1. RGB (Red, Green, Blue): Persentase yang sangat besar dari spektrum yang terlihat dapat direpresentasikan dengan mencampur merah, hijau dan biru (Red, Green dan Blue) yang diberi warna terang dalam berbagai proporsi dan intensitas. Dengan mencampur warna merah, hijau dan biru akan menciptakan warna putih. 0Ieh karena itu model RGB juga disebut dengan additive colors (warna campuran).
2. CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black): CMYK didasarkan pada kualitas penyerapan cahaya dari tinta yang dicetak pada kertas. MisaInya, warna putih terang menyebabkan tinta menjadi tembus pandang, sebagian dari spektrumnya diserap, dan yang lainnya K pada CWK direfleksikan kembali menuju mata.
3. Bitmap Mode: Mode ini menggunakan satu dari dua nilai warna (hitam atau putih) untuk merepresentasikan pixel ke dalam image. Image dalam mode Bitmap biasa disebut dengan Bitmapped 1 bit karena image tersebut memiliki kedalaman bit sebanyak 1.
4. Grayscale Mode: Mode ini menggunakan lebih dari 256 bayangan abu-abu. Setiap pixel dari sebuah image dengan mode grayscale mempunyai nilai kecerahan (brightness) dengan range 0 (hitam) sampai 255 (putih). Nilai grayscale juga dapat diterapkan dalam persentase dengan 0% adalah putih, dan 100% adalah hitam.
5. Duotone Mode: Mode ini menggunakan 256 warna. Pada saat mengkonversi menjadi indexed color, Photoshop akan membuat CWT (Color Lockup Table) yang menyimpan dan mengindeks warna dalam sebuah image. Apabila ada sebuah warna dalam image aslinya tidak muncul pada tabel, program akan memilih warna yang terdekat dengan warna tersebut, atau mensimulasikan warna dengan menggunakan warna yang telah tersedia.
6. Multichannel Mode: Mode ini menggunakan 256 level, dari abu-abu pada tiap channel. Image dengan menggunakan mode Multichannel sangat berguna untuk pencetakan khusus.

J. OPERASI DASAR
Operasi dasar adobe photoshop yang dibahas dalam modul ini yaitu: menulis/painting, seleksi, menggambar/drawing, pewarnaan, transformasi, efek fotografi dan pencahayaan.

a. Menulis
Di dalam Adobe Photoshop terdapat tool yang digunakan untuk menulis. Tools yang digunakan adalah Text Tools. Text tools terdiri dari: Horizontal Type Tool, Vertical Type Tool, Horizontal Type Mask Tool, Vertical Type Mask Tool. Stiap Text Tool memiliki Option Bar yang sama. Didalam Option Bar bisa dipilih jenis tulisannya, ukurannya, warna, bentuk dan lainnya. Contoh tampilan Option Bar pada Horizontal Type Tool adalah sebagai berikut.
Gambar: Option Bar pada Horizontal Type Tool

Cara menggunakan Text Tools adalah sebagai berikut.
a) Klik salah satu dari Text Tools.
b) Klik di area lembar kerja.
c) Ketik kata atau kalimat yang mau ditambahkan.

b. Seleksi
Seleksi adalah langkah awal dari teknik-teknik yang dibutuhkan untuk melakukan manipulasi objek. Dengan seleksi ini dapat dilakukan isolasi terhadap beberapa bagian objek yang akan dimanipulasi. Tool-tool yang dapat digunakan untuk melakukan seleksi yaitu:

1. Marquee Tool terdiri dari Rectangle Marquee Tool, Ellips Marquee Tool, Single Row Marquee Tool, Single Column Marquee Tool.

Adapun cara menggunakan Marquee Tool adalah sebagai berikut.
a. Klik marquee tool untuk menampilkan option bar.
b. Lakukan seleksi pada gambar atau lembar kerja, dengan cara klik daerah yang mau di seleksi dan drag sebesar seleksi yang ingin dilakukan.

2. Lasso Tool terdiri dari Lasso Tool, Polygonal Lasso Tool, Magnetic Lasso Tool.

Cara menggunakan Lasso Tool adalah sebagai berikut.
a. Klik lasso tool untuk menampilkan palet option.
b. Klik daerah tepi yang akan diseleksi.
c. Klik terus mengelilingi daerah yang akan diseleksi hingga bertemu dengan titk awal seleksi tadi.

Cara menggunakan Polygon Lasso Tool adalah sebagai berikut.
a. Klik polygon lasso tool.
b. Klik pada titik awal pada objek yang ingin di seleksi.
c. Untuk membuat segmen-segmen kurva, klik posisi-posisi yang lain untuk membentuk seleksi di dalam objek hingga bertemu dengan titik awal seleksi tadi.

Cara Menggunakan Magnetic Lasso Tool adalah sebagai berikut.
a. Klik magnetic lasso tool.
b. Klik pada titik awal pada objek yang ingin di seleksi.
c. Draglah dengan cara Freehand mengikuti bentuk objek. Sehingga pointer akan menempel pada batas bentuk objek serta akan membentuk seleksi.
d. Draglah secara pelan-pelan sehingga detail seleksi dapat menempel dengan baik sampai bertemu dengan titik awal seleksi tadi.

3. Magic Wand Tool
Cara menggunakan Magic Wand Tool adalah sebagai berikut.
a. Klik Magic Wand Tool.
b. Klik objek yang ingin di seleksi, sehingga terbentuk seleksi.

c. Menggambar
Adobe Photoshop memiliki tool untuk menggambar yaitu brush tool dan pencil tool dengan menggunakan warna foreground. Adapun cara menggunakan brush tool dan pencil tool adalah sebagai berikut.
1. Klik brush tool atau pencil tool.
2. Kuaskan pada area gambar.
3. Dapat juga menggunakan parameter brush tool atau pencil pada option bar seperti pada gambar di bawah ini.


Untuk menggambar sebuah objek bangun datar digunakan Shape Tools. Tools yang termasuk shape tools adalah sebagai berikut.
1. Rectangle Tool, untuk menggambar objek dalam bentuk kotak.
2. Rounded Rectangle Tool, untuk menggambar kotak dengan ujung tumpul.
3. Ellipse Tool, untuk menggambar lingkaran.
4. Line Tool, untuk menggambar garis.
5. Custom Shape Tool, untuk menggambar shape yang telah disediakan, untuk memilih bentuknya lihat pada Option Bar.

Cara menggunakan Shape Tool.
1. Klik salah satu dari Shape Tools.
2. Klik diarea lembar kerja dan drag untuk membuat sebuah objek.
3. Kecuali Custom Shape Tool, setelah meng-klik Custom Shape Tool terlebih dahulu harus dipilih bentuknya terlebih dahulu di Option Bar. Baru mulai menggambar.

d. Pewarnaan
Adobe Photoshop memiliki banyak warna, warna ini merupakan gabungan dari tiga warna yaitu merah (red), hijau (green) dan biru (blue) ketiga warna ini sering disebut dengan RGB (Red, Green, Blue). Model warna ini digunakan oleh semua alat perekam visual seperti scanner, digital kamera, seluruh alat Bantu visual elektronik lainnya seperti televise, monitor dan proyektor. Untuk melihat warna yang dimiliki oleh Adobe Photoshop bisa dilihat di dalam Color Palette dan Color Picker.


Pewarnaan menggunakan brush tool dan pencil tool
1. Pilih di Brush Tool atau Pencil Tool.
2. Klik warna yang diinginkan discolor palette. Sehingga warna Foreground menjadi berubah sesuai dengan warna yang dipilih.
3. Atau cara yang lain, klik 2 x Foreground sehingga muncul Form Color Picker. Pilih warna yang dikehendaki, klik OK.
4. Kuaskan pada area gambar Brush Tool atau Pencil Tool.

Mewarnai dengan menggunakan Paint Bucket Tool
1. Pilih Paint Bucket Tool.
2. Untuk memilih warnanya sama seperti pada penggunaan Brush Tool atau Pencil Tool.
3. Klik area yang ingin diwarnai.

Mewarnai dengan menggunakan Gradient Tool
1. Pilih Gradient Tool.
2. Pilih warna yang diinginkan pada Palette Tool atau Color Picker.
3. Klik area yang ingin diwarnai, drag bentuk sebuah garis.

e. Transformasi
Adobe Photoshop memiliki fasilitas untuk Transformasi yang terdiri dari Scale, Rotate, Skew, Distort, Perspective, Flip Horizontal dan Vertical.
1. Scale, digunakan untuk merubah skala dari gambar yaitu memperbesar dan memperkecil ukuran dari gambar.
2. Rotate, gambar yang dibuat bias dirotasikan sesuai dengan keinginan. Dalam Adobe Photoshop ada pilihan rotasi yang ingin dilakukan yaitu Rotasi 180o, Rotasi 90o Cw dan Rotasi 90o CCW.
3. Skew, digunakan untuk merubah bentuk gambar misalnya dari persegi empat dirubah menjadi jajar genjang.
4. Distort, digunakan untuk merubah bentuk gambar sesuai dengan titik-titik sudut yang dimiliki oleh gambar tersebut.
5. Perspective, hampir mirip dengan Distort akan tetapi perubahan yang dilakukan pada satu titik akan diikuti oleh satu titik lainnya yang berhadapan sesuai dengan arah pergeseran yang dilakuakan.
6. Flip, terdiri dari dua jenis yaitu Flip Horizontal dan Flip Vertical. Flip ini digunakan untuk membalik posisi gambar. Flip Horizontal membalik gambar yang berada di kiri akan berpindah kekanan dan sebaliknya yang berada dikanan akan berpindah kekiri. Flip Vertikal perubahannya pada sisi atas dengan sisi bawahnya.

Cara menggunakan Transformasi.
1. Klik layer yang ingin ditransformasi pada Layer Palette.
2. Klik Edit > Transform dan pilih jenis Transform yang diinginkan.
3. Lakukan pengeditan sesuai dengan transform yang dipilih.

f. Efek Fotografi (Pencahayaan)
Efek fotografi digunakan untuk memperbaiki kualitas foto atau gambar yang dimiliki. Dalam memperbaiki kualitas ini digunakan beberapa efek dalam bentuk pencahayaan. Efek pencahayaan digunakan untuk merubah kontras dari gambar atau foto yaitu meningkatkan daerah yang gelap atau yang terang.
1. Levels
a. Buka gambar atau foto yang ingin diberi efek.
b. Klik Image > Adjustments > Levels. Akan muncul Form Levels.


c. Untuk melihat hasil pencahayaannya, cukup menggeser kekiri atau kekanan track bar.
d. Klik Ok.

2. Brightness/Contrast
a. Buka gambar atau foto yang ingin diberi efek.
b. Klik Image > Adjustments > Brightness/Contrast. Maka akan muncul Form Brightness/Contrast.

c. Untuk mengatur gelap dan terangnya gambar, geser track bar dari Brightness dan Contrast ke kiri atau ke kanan sampai di dapatkan pencahayaan yang diinginkan.
d. Klik Ok.

3. Curves
a) Buka gambar atau foto yang ingin diberi efek.
b) Klik Image > Adjustments > Curves. Akan muncul Form Curves.


c) Pengaturannya dengan menggeser garis kurva kea rah yang diinginkan. Klik Ok.



K. PENGGUNAAN PERANGKAT BANTU (LAYER, ACTION DAN DROPLET)

LAYER
Gambar: Layer Palette

Layer adalah unsur yang sangat vital di dalam photoshop, sebab dengan layer ini dapat dibuat suatu komposisi gambar degan mudah. Layer dapat diumpamakan sebagai lapisan-lapisan transparan yang saling bertumpuk membentuk suatu objek. Dengan kemampuan layer ini, photoshop menjadi aplikasi editing bitmap yang sangat bagus dan powerful. Pemahaman terhadap layer ini akan sangat membatu di dalam mewujudka suatu komposisi foto atau gambar yang diinginkan.

Didalam layer palette ditampilkan semua layer yang digunakan atau dibuat dalam lembar kerja.


ACTION
Action merupakan salah satu palette dari Adobe Photoshop. Dengan palette ini dapat dilakukan retouching dan menggambar dengan cepat karea sebelumya dilakukan perekaman atas perlakuan yag diterapka sebelumya.



Gambar: Palette Action

Secara default, dapat juga menggunaka fasilitas Actions yang terdiri dari berbagai macam bentuk dan efek yang sudah disediakan oleh Adobe Photoshop secara default. Untuk mengaktifkanya, dapat dilakukan dengan mengklik tanda panah di depan kotak folder sehingga tanda panah akan menghadap ke bawah . Di sana dapat dipilih sejumlah efek ataupun juga betuk yang dapat lagsug di aplikasikan.


Gambar: Efek dan Bentuk Action

Cara untuk meggunakan Actions adalah
1. Klik betuk atau efek yang diiginkan.
2. Klik icon play yang terdapat tepat dibawah pallet Actions
3. Proses akan berjalan dengan sedirinya.

DROPLET
Untuk membuat Droplet, pilih menu File > Automate > Create Droplet, akan tampak kotak dialog sebagai berikut.


Gambar: Droplet

L. PENGGUNAAN EFEK (LAYER STYLE. BLENDING DAN FILTER)

LAYER STYLE
Di dalam layer style terdapat efek-efek yang dapat dipadukan sehingga menjadi sebuah efek yang luar biasa. Kotak dialog layer style terdiri dari bermacam-macam style dan semua parameter dari style.

Cara memunculkan kotak dialog layer style adalah sebagai berikut.
a. Pilih layer dalam menu bar.
b. Pilih layer style dan klik salah satu dari layer style.
c. Maka muncul tampilan kotak dialog layer style seperti di bawah ini.
Atau dengan klik tanda yang terletak dibawah jendela layer maka akan tampak menupilihan seperti berikut dan pilih pada menu tersebut.
Gambar: Menu Pilihan Layer Style

Gambar: Kotak Dialog Layer Style.

Cara menggunakan kotak dialog layer style adalah sebagai berikut.
a. Pilih style yang diinginkan pada jenis style.
b. Isi centang pada kotak centang pada jenis style.
c. Atur parameter dari style yang dipilih.
Jenis-jenis style ada efek-efek yang dimiliki layer style yang dapat digunakan ke dalam objek kerja, yaitu:
a. Drop Shadow
Efek ini akan menambahkan efek bayangan kabur atau blur pada sisi belokan objek. Drop Shadow memiliki beberapa parameter yang dapat diatur meliputi jarak objek dengan bayangan, penyebaran bayangan, arah sinar dan bentuk konturnya.
b. Inner Shadow
Efek ini hampir sama dengan drop shadow, perbedaannya adalah bayangan akan berada pada sisi dalam objek. Parameter yang dimiliki adalah sama dengan drop shadow.
c. Outer Glow
Efek ini merupakan simulasi penyinaran dari belakang objek yang sering disebut dengan back-lighting. Efek ini terjadi jika sinar terhalang oleh objek. Efek ini digunakan dengan tujuan untuk memberikan kesan kontras permukaan objek yang gelap dengan latar belakang objek yang gelap juga. Pengaturan parameter outer glow meliputi warna sinar, teknik, ukuran dan kontur.
d. Inner Glow
Efek ini hamper sama dengan outer glow, perbedaannya yaitu efek sinar terdapat pada sisi dalam objek. Pengaturan parameter style ini sama dengan parameter outer glow.
e. Bevel And Emboss
Efek ini merupakan efek tiga dimensi. Pengaturan parameternya meliputi style, teknik, arah bayangan dan ukuran.
f. Satin
Efek ini merupakan simulasi perpaduan antara highlight dan shadow pada sisi dalam objek. Pengaturan parameter efek ini meliputi arah, jarak, ukuran dan kontur.
g. Color Overlay
Efek ini yaitu pemberian warna pada objek. Pengaturan parameternya meliputi warna dan tingkat kepekaan warna atau opacity.
h. Gradient Overlay
Efek ini memberikan gradasi warna pada objek. Pengaturan parameter meliputi kepekaan warna, jenis gradasi, arah gradasi, dan skala gradasi.
i. Pattern Overlay
Efek ini memberikan efek pattern pada objek. Pengaturan parameter meliputi kepekaan pattern, jenis pattern dan skala pattern.
j. Stroke
Efek ini memberikan garis tepi atau outline pada sisi objek. Pengaturan parameternya meliputi ukuran, posisi, kepekaan warna dan jenis warna.

BLENDING
Blending merupakan salah satu dari style yang dimiliki oleh Layer Style. Fungsi efek blending adalah untuk membuat gambar transparan. Pengaturan parameternya adalah blend mode, opacity, fill opacity. Cara memunculkan kotak dialog Blending adalah sebagai berikut:
a) Pilih layer dalam menu bar.
b) Pilih layer style dan klik Blending Options.
c) Maka akan muncul kotak dialog Layer Style dengan jenis style blending.

FILTER
Di dalam menu Filter terdapat banyak pilihan efek yang dimiliki oleh adobe photoshop. Efek-efek ini sangat bermanfaat sekali apabila membuat sebuah design grafis. Pilihan filter yang dimiliki oleh Adobe Photoshop antara lain: Paint Daubs, Extract, Filter Gallery, Liquify, Patern Maker. Selain itu terdapat juga pilihan menu efek yang lainnya seperti Artistic, Blur, Brush Strokes, Distort, Noise, Pixelate, Render, Sharpen, Sketch, Stylize, Texture, Video, Other dan Digimarc.

Cara memberi efeks pada gambar dengan menggunkan Filter
1. Klik layer yang ingin ditransformasi pada Layer Palette.
2. Pilih Filter pada menu.
3. Pilih jenis efek yang ingin digunakan, gambar pada layer yang dipilih akan berubah sesuai dengan efek yang dipilih atau muncul form dari efek yang dipilih. Seting pada form dari efek yang dipilih sesuai dengan kebutuhan. Klik Ok.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger Tricks

Blogger Themes