Pembelajaran Dasar Informatika untuk Jurusan Pemasaran Kelas 10
Arah Pembelajaran: “Bukan belajar komputer, tapi belajar jadi marketer modern.”
Untuk anak pemasaran, Informatika jangan terasa seperti pelajaran teknis.
Harus terasa dekat dengan kehidupan mereka:
jualan online,
bikin konten,
jadi affiliate,
live selling,
branding produk,
keamanan akun marketplace,
sampai cara membedakan informasi hoaks.
Jadi ATP Informatika bisa diarahkan menjadi:
“Membentuk siswa pemasaran yang melek digital, aman di internet, mampu membuat konten, dan siap bekerja di dunia bisnis modern.”
Gambaran Model Pembelajaran
Pola Pembelajaran yang Disarankan
1. 30% Penjelasan — 70% Praktik
Kurangi ceramah panjang.
Fokus:
praktik HP/laptop,
diskusi kasus nyata,
simulasi bisnis,
bikin karya.
2. Gunakan Produk/Jualan Nyata
Contoh:
Es teh
Seblak
Skincare
Fashion
Jastip
Produk UMKM sekitar sekolah
Semua materi Informatika diarahkan ke:
“Kalau kamu jadi admin toko online, apa yang harus dilakukan?”
3. Akhiri dengan Portofolio
Bukan sekadar nilai.
Misalnya:
poster jualan,
akun bisnis,
video promosi,
hasil cek fakta,
simulasi keamanan akun,
presentasi brand.
Rincian Pembelajaran per ATP
1. Memahami Profesi Bidang Informatika
Arah untuk Pemasaran
Kenalkan profesi digital yang dekat dengan marketing.
Materi
Content Creator
Admin Marketplace
Social Media Specialist
Digital Marketing
Affiliate Marketing
UI Designer
Live Streaming Host
SEO Writer
Aktivitas Kelas
Praktik:
Siswa mencari:
pekerjaan digital marketing di internet,
gaji,
skill yang dibutuhkan.
Lalu presentasi:
“Kalau saya jadi content creator skincare…”
Tugas Bermakna
Buat “Dream Career Board”
isi:
profesi impian,
skill yang harus dipelajari,
target 5 tahun.
Nilai yang Masuk
komunikasi,
berpikir masa depan,
motivasi belajar.
2. Memahami Hak Atas Kekayaan Intelektual (HKI)
Arah untuk Pemasaran
Anak sekarang sering:
ambil gambar sembarangan,
repost,
pakai lagu,
copy desain.
Mereka harus sadar:
“Konten juga punya hak milik.”
Aktivitas Kelas
Simulasi:
Bandingkan:
poster original,
poster hasil copy.
Diskusi:
mana yang etis?
bagaimana kalau karya kita dicuri?
Praktik Nyata
Siswa membuat:
logo sederhana,
slogan,
nama brand.
Lalu:
mencari apakah nama brand sudah dipakai orang lain.
Proyek
“Bangun Brand Sendiri”
isi:
nama produk,
logo,
tagline,
hak cipta karya.
3. Memahami Model Input–Process–Output Komputer
Arah untuk Pemasaran
Jangan terlalu teknis.
Hubungkan dengan proses bisnis.
Contoh
Input:
foto produk, data pelanggan
Process:
editing, menghitung harga, membuat caption
Output:
poster, video, laporan penjualan
Aktivitas Kelas
Simulasi “Toko Online”
Kelompok siswa:
foto produk,
edit di Canva,
upload,
presentasi hasil.
Lalu guru bertanya:
mana inputnya?
mana prosesnya?
mana outputnya?
Anak jadi paham tanpa hafalan.
4. Memahami Sistem Operasi
Arah untuk Pemasaran
Fokus penggunaan nyata:
Android,
Windows,
iOS.
Aktivitas
Praktik:
membuat folder produk,
menyimpan file promosi,
rename file profesional,
backup data jualan.
Simulasi Dunia Kerja
Guru memberi file berantakan.
Siswa diminta:
“Kamu admin toko online. Rapikan semua data.”
5. Menerapkan Konfigurasi Keamanan Dasar
Sangat Penting untuk Anak Pemasaran
Karena mereka nanti pegang:
akun toko,
Instagram bisnis,
marketplace,
data pelanggan.
Materi
password kuat,
OTP,
phishing,
scam online,
link palsu,
backup akun.
Praktik Kelas
Simulasi:
Guru tampilkan:
email palsu,
chat penipuan,
link giveaway palsu.
Siswa menebak:
aman atau bahaya?
Praktik Nyata
Siswa:
membuat password aman,
mengaktifkan 2FA,
cek keamanan akun Google.
6. Memahami Literasi Digital
Fokus
Jangan jadi pengguna internet yang “asal share”.
Aktivitas
Diskusi:
“Kenapa netizen gampang termakan promo palsu?”
Praktik
Analisis:
iklan clickbait,
promo fake,
endorse palsu.
Tugas
Cari:
3 iklan bagus,
3 iklan manipulatif.
Lalu analisis.
7. Memahami Pemanfaatan Media dan Konten Digital
Ini Bagian yang Anak Pemasaran Biasanya Suka
Materi
Canva,
CapCut,
Instagram,
TikTok,
copywriting dasar,
foto produk.
Praktik Rutin
Mingguan:
Bikin:
poster,
reels,
caption jualan,
foto produk.
Model Kelas
“1 Pertemuan = 1 Karya”
Jangan hanya teori konten.
Proyek Besar
Kelompok membuat:
akun bisnis,
feed produk,
video promosi.
8. Memahami Pemanfaatan Perkakas Teknologi Digital
Fokus
Gunakan tools yang benar-benar dipakai industri.
Tools yang Bisa Dipakai
Canva
Google Docs
Google Drive
Spreadsheet
CapCut
ChatGPT
Marketplace
Google Form
Praktik
Simulasi UMKM
Siswa membuat:
formulir pemesanan,
katalog digital,
rekap penjualan sederhana.
9. Memahami Privasi dan Keamanan Akun Platform Digital
Sangat Relevan
Karena akun bisnis sering dibajak.
Praktik
Siswa belajar:
membuat password manager sederhana,
mengenali akun fake,
membedakan website asli dan palsu.
Simulasi
“Akun Instagram toko kena hack.”
Kelompok berdiskusi:
penyebab,
dampak,
solusi.
10. Memahami Penggunaan Mesin Pencari
Jangan cuma “googling”
Ajarkan:
cara mencari efektif,
riset produk,
riset harga,
tren pasar.
Praktik Nyata
Tugas:
Cari:
produk viral minggu ini,
harga kompetitor,
target pasar.
Skill Penting
Ajarkan keyword:
“skincare remaja terlaris”
“minuman viral 2026”
“contoh konten FYP”
11. Memahami Ekosistem Periksa Fakta
Sangat Penting di Era Konten Viral
Aktivitas
Guru tampilkan:
berita promo palsu,
giveaway fake,
screenshot editan.
Siswa cek kebenarannya.
Tools
Kenalkan:
reverse image search,
cek sumber berita,
cek tanggal posting.
12. Memahami Validitas Sumber Data
Hubungkan dengan Marketing
Karena keputusan bisnis harus berdasarkan data benar.
Praktik
Bandingkan:
data dari TikTok,
data dari website resmi,
opini netizen,
hasil survei.
Tugas Bermakna
Kelompok membuat:
“Riset Produk yang Layak Dijual di Sekolah”
Isi:
data tren,
target pembeli,
harga,
alasan memilih produk.
Model Penilaian yang Lebih Bermakna
Jangan Dominan Pilihan Ganda
Gunakan:
portofolio,
proyek,
presentasi,
simulasi,
praktik nyata.
Contoh Proyek Akhir Semester
“Digital Marketing Mini Project”
Kelompok membuat:
nama brand,
logo,
akun bisnis,
poster,
video promosi,
riset pasar,
strategi keamanan akun,
presentasi produk.
Hasil Akhir yang Diharapkan
Setelah belajar Informatika:
anak pemasaran bukan cuma:
“bisa komputer”
Tapi:
bisa bikin konten,
bisa berpikir kritis,
bisa riset pasar,
aman di dunia digital,
siap kerja,
siap usaha,
siap menghadapi dunia bisnis modern.
Itulah pembelajaran yang terasa:









