🚀 Pembelajaran Flutter Berbasis Praktik: Siswa Belajar Mendalam Lewat Aplikasi Kalkulator BMI
Pembelajaran pemrograman mobile di SMK tidak lagi sekadar menulis baris kode, tetapi membangun cara berpikir logis, terstruktur, dan solutif. Hal inilah yang diterapkan dalam pembelajaran Flutter melalui proyek Aplikasi Kalkulator BMI (Body Mass Index).
Dalam kegiatan ini, siswa tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan sebuah aplikasi, tetapi diajak memahami bagaimana Flutter bekerja, mulai dari struktur dasar hingga konsep pengelolaan data (state) dan CRUD sederhana.
📱 Belajar Flutter dengan Studi Kasus Nyata
Aplikasi Kalkulator BMI dipilih karena dekat dengan kehidupan sehari-hari dan memiliki kompleksitas yang pas untuk pembelajaran. Melalui aplikasi ini, siswa mempraktikkan:
-
Penyusunan antarmuka (UI) menggunakan widget Flutter
-
Pengelolaan input pengguna melalui TextField
-
Perhitungan logika BMI
-
Penyimpanan dan penghapusan data riwayat
Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya “bisa menjalankan aplikasi”, tetapi juga memahami alur data dan perubahan tampilan secara reaktif.
🧠 Penekanan Konsep, Bukan Sekadar Hasil
Pembelajaran dirancang secara bertahap dan mendalam. Siswa diajak memahami bahwa dalam Flutter:
Perubahan data akan memicu perubahan tampilan.
Konsep ini diperkuat melalui pembahasan:
-
Perbedaan StatelessWidget dan StatefulWidget
-
Peran state dalam aplikasi
-
Fungsi
setState()sebagai pemicu pembaruan UI
Setiap tahap praktikum disertai diskusi dan refleksi, sehingga siswa tidak hanya menyalin kode, tetapi mampu menjelaskan fungsi dan alasan penggunaan setiap bagian program.
🛠 Praktikum Aktif dan Terarah
Kegiatan pembelajaran berlangsung dalam suasana praktik aktif. Siswa membangun aplikasi secara bertahap:
-
Membuat struktur dasar aplikasi Flutter
-
Menyusun tampilan input dan tombol
-
Mengimplementasikan logika perhitungan BMI
-
Menyimpan hasil ke dalam daftar riwayat (Create)
-
Menghapus data riwayat (Delete)
Pendekatan ini melatih siswa memahami konsep CRUD tanpa harus langsung menggunakan database, sehingga fondasi berpikirnya menjadi lebih kuat.
🔍 Refleksi dan Penguatan Pemahaman
Di akhir pembelajaran, siswa diajak melakukan refleksi melalui pertanyaan pemantik yang mendorong Higher Order Thinking Skills (HOTS), seperti:
-
Mengapa halaman tertentu harus menggunakan StatefulWidget?
-
Apa yang terjadi jika
setState()tidak digunakan? -
Apakah penyimpanan data dalam List sudah bisa disebut CRUD?
Refleksi ini membantu siswa mengaitkan praktik dengan konsep, sekaligus menyiapkan mereka untuk materi lanjutan.
🌱 Bekal Menuju Materi Lanjutan
Pembelajaran ini menjadi fondasi penting sebelum siswa melangkah ke tahap berikutnya, seperti:
-
Penggunaan SQLite untuk penyimpanan data permanen
-
Pengelolaan state yang lebih kompleks
-
Pengembangan aplikasi skala industri
Dengan dasar yang kuat, siswa lebih siap menghadapi tantangan pemrograman mobile di dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.
✨ Belajar Flutter bukan tentang seberapa cepat aplikasi jadi, tetapi seberapa dalam siswa memahami alur berpikir di baliknya.
Melalui pembelajaran berbasis praktik ini, siswa tidak hanya belajar membuat aplikasi, tetapi juga membangun pola pikir sebagai calon pengembang aplikasi profesional.
Handout Materi









