• PEMROGRAMAN WEB DINAMIS

    Pengertian web dinamis adalah suatu web yang konten atau isinya dapat berubah-ubah setiap saat. Sebab dalam teknologi pembuatan web dinamis sudah dirancang semudah mungkin bagi pemakai atau user yang menggunakan web tersebut..

  • SIMULASI DAN KOMUNIKASI DIGITAL

    Suatu proses peniruan dalam bentuk visual yang dideskripsikan menyerupai kata, gambar dan grafis..

  • SISTEM KOMPUTER

    Sistem komputer adalah suatu jaringan elektronik yang terdiri dari perangkat lunak dan perangkat keras yang melakukan tugas tertentu (menerima input, memproses input, menyimpan perintah-perintah, dan menyediakan output dalam bentuk informasi). Selain itu dapat pula diartikan sebagai elemen-elemen yang terkait untuk menjalankan suatu aktivitas dengan menggunakan komputer..

  • DASAR DESAIN GRAPIS

    Banyak yang berpikiran kalau desain yang baik adalah yang membutuhkan jam kerja yang banyak, membutuhkan skill tinggi dan aplikasi yang mahal. Ya, memang, tapi sebenarnya desain yang baik adalah desain yang sederhana, yang membuat setiap orang yang melihatnya mudah menangkap maksud dari sebuah bentuk visual tersebut..

  • BASIS DATA

    Pangkalan data atau basis data (bahasa Inggris: database) adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.

Membuat Aplikasi Pemesanan Kantin SMKN 1 Banjar Menggunakan React, Replit, dan Vercel

 


DEMO APLIKASI

Praktikum Pemrograman Mobile Kelas XI RPL :

Membuat Aplikasi Pemesanan Kantin SMKN 1 Banjar Menggunakan React, Replit, dan Vercel

Halo semuanya 👋
Pada pembelajaran pemrograman mobile kali ini kita akan membuat sebuah aplikasi sederhana namun sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, yaitu aplikasi pemesanan kantin digital untuk lingkungan sekolah.

Project ini dibuat agar siswa belajar bagaimana membuat aplikasi modern mulai dari tampilan, pengolahan data, hingga deploy aplikasi ke internet.


Tujuan Pembelajaran

Pada praktikum ini siswa diharapkan mampu:

✅ Membuat tampilan aplikasi mobile modern
✅ Menampilkan daftar kantin sekolah
✅ Menampilkan menu dan harga makanan
✅ Membuat keranjang pesanan
✅ Membuat form checkout
✅ Mengirim pesanan otomatis ke WhatsApp
✅ Deploy aplikasi ke internet menggunakan Vercel


Kenapa Menggunakan React + Replit + Vercel?

Pada pembelajaran kali ini kita tidak menggunakan Android Studio terlebih dahulu.

Alasannya:

  • Setup lebih cepat

  • Tidak membutuhkan laptop spesifikasi tinggi

  • Tidak perlu emulator Android

  • Bisa langsung dijalankan di browser

  • Hasil aplikasi bisa langsung online

Teknologi yang digunakan:

TeknologiFungsi
ReactMembuat tampilan aplikasi
ReplitTempat coding online
VercelHosting/deploy aplikasi
WhatsApp URL APIMengirim pesanan

Gambaran Aplikasi

Fitur yang akan dibuat:

✅ Daftar kantin sekolah
✅ Menu makanan dan minuman
✅ Keranjang gabungan antar kantin
✅ Form nama dan kelas
✅ Pengiriman pesanan ke WhatsApp kurir


Prototype Tampilan

Berikut contoh prototype aplikasi yang akan dibuat:

Image

Image

Image

Image


Jadwal Praktikum

WaktuKegiatan
07.15 – 07.45Pembukaan & demo aplikasi
07.45 – 08.15Setup Replit
08.15 – 09.30Membuat UI daftar menu
09.30 – 10.00Istirahat
10.00 – 11.10Membuat keranjang & checkout
11.10 – 12.30Sholat Jumat
12.30 – 13.15Integrasi WhatsApp
13.15 – 13.40Deploy ke Vercel
13.40 – 14.00Presentasi hasil

Langkah 1 — Membuat Akun Replit

Buka:

Kemudian login menggunakan:

  • Google

  • GitHub

  • Email


Langkah 2 — Membuat Project React

Klik:

Create Repl

Pilih:

React

Nama project:

kantin-smkn1

Klik:

Create Repl

Langkah 3 — Struktur Project

Susunan folder yang akan digunakan:

src/
 ├── components/
 ├── data/
 ├── pages/
 └── App.js

Langkah 4 — Membuat Data Menu

Buat folder:

src/data

Buat file:

menu.js

Isi dengan data berikut:

export const menuData = [
  {
    id: 1,
    kantin: "Kantin Bu Sari",
    nama: "Nasi Goreng",
    harga: 12000,
  },
  {
    id: 2,
    kantin: "Kantin Pak Budi",
    nama: "Bakso",
    harga: 10000,
  },
  {
    id: 3,
    kantin: "Kantin Bu Rina",
    nama: "Ayam Geprek",
    harga: 13000,
  },
];

Langkah 5 — Membuat Tampilan Utama

Buka file:

src/App.js

Ganti isi dengan:

import React, { useState } from "react";
import { menuData } from "./data/menu";

function App() {

  const [cart, setCart] = useState([]);

  return (
    <div style={{ padding: 20 }}>

      <h1>Kantin SMKN 1 Banjar</h1>

      {menuData.map((item) => (
        <div
          key={item.id}
          style={{
            border: "1px solid #ccc",
            padding: 10,
            marginBottom: 10,
            borderRadius: 10,
          }}
        >
          <h3>{item.nama}</h3>
          <p>{item.kantin}</p>
          <p>Rp {item.harga}</p>

          <button
            onClick={() =>
              setCart([...cart, item])
            }
          >
            Tambah
          </button>
        </div>
      ))}

      <h2>Total Keranjang: {cart.length}</h2>

    </div>
  );
}

export default App;

Penjelasan Kode

useState

Digunakan untuk menyimpan data sementara.

const [cart, setCart] = useState([]);

map()

Digunakan untuk menampilkan daftar menu.

menuData.map((item) => (

onClick()

Digunakan ketika tombol ditekan.

onClick={() =>
  setCart([...cart, item])
}

Langkah 6 — Membuat Form Checkout

Tambahkan di bawah keranjang:

<input
  type="text"
  placeholder="Nama"
/>

<input
  type="text"
  placeholder="Kelas"
/>

Langkah 7 — Integrasi WhatsApp

Tambahkan tombol:

<button>
  Kirim Pesanan
</button>

Tambahkan function:

const kirimPesanan = () => {

  let pesan = "Pesanan Kantin:%0A";

  cart.forEach((item) => {
    pesan += `${item.nama}%0A`;
  });

  window.open(
    `https://wa.me/6281234567890?text=${pesan}`
  );
};

Hubungkan ke tombol:

<button onClick={kirimPesanan}>
  Kirim Pesanan
</button>

Hasil yang Diharapkan

Jika berhasil, aplikasi dapat:

✅ Menampilkan menu
✅ Menambahkan keranjang
✅ Menampilkan total item
✅ Mengirim pesanan ke WhatsApp


Langkah 8 — Deploy ke Vercel

Setelah aplikasi selesai, kita akan membuat aplikasi online.

Buka:

Login menggunakan GitHub.

Kemudian:

  1. Import project

  2. Klik Deploy

  3. Tunggu proses selesai

Setelah selesai, siswa akan mendapatkan link website online.

Contoh:

https://kantin-smkn1.vercel.app

Tantangan Tambahan untuk Siswa

Jika selesai lebih cepat, tambahkan fitur:

Level 1

Tambah gambar menu

Level 2

Hitung total harga

Level 3

Hapus item keranjang

Level 4

Dark mode

Level 5

Riwayat pesanan


Penilaian Praktikum

AspekNilai
Tampilan UI20
Keranjang berjalan20
Checkout berjalan20
WhatsApp berjalan20
Kerapihan kode20

Kesimpulan

Melalui project ini siswa belajar:

  • React dasar

  • Komponen

  • State

  • Event

  • Deploy website

  • Integrasi WhatsApp

  • Konsep aplikasi mobile modern

Model pembelajaran seperti ini sangat cocok untuk siswa RPL karena lebih dekat dengan workflow industri modern.

Selamat mencoba dan semoga praktikum berjalan lancar 🚀

Share:

Soal Pilihan Ganda – Pemrograman Mobile Dasar Flutter

 




Quiz Flutter Dasar

Quiz Flutter Dasar – 50 Soal

Kerjakan soal berikut untuk menguji pemahaman Flutter dasar.

Share:

Flutter vs React untuk Siswa SMK RPL: Mana yang Lebih Cocok Dipelajari untuk Dunia Kerja?

 

Flutter vs React untuk Siswa SMK RPL

Mana yang Lebih Cocok Dipelajari untuk Dunia Kerja?

Di era digital sekarang, siswa jurusan RPL/PPLG tidak cukup hanya bisa membuat program sederhana. Dunia kerja membutuhkan lulusan yang mampu membuat aplikasi modern, responsif, dan siap digunakan masyarakat. Dua teknologi yang paling sering dibicarakan saat ini adalah Flutter dan React.

Banyak siswa SMK bingung:

“Lebih bagus belajar Flutter atau React?”

Jawabannya bukan sekadar “mana yang paling keren”, tetapi:

  • mana yang paling sesuai dengan tujuan belajar,

  • kebutuhan industri,

  • peluang kerja,

  • dan kemampuan yang ingin dibangun.

Artikel ini akan membahas perbandingan keduanya secara sederhana, relevan untuk siswa SMK, dan dekat dengan dunia kerja nyata.


Mengenal Flutter dan React

Apa Itu Flutter?

Flutter adalah framework dari Google untuk membuat aplikasi mobile, desktop, dan web menggunakan bahasa pemrograman Dart.

Dengan Flutter, siswa bisa membuat:

  • aplikasi Android,

  • aplikasi iPhone,

  • aplikasi kasir,

  • aplikasi kantin,

  • aplikasi absensi,

  • aplikasi sekolah,

  • bahkan aplikasi startup.

Keunggulan utama Flutter:

  • satu kode bisa untuk banyak platform,

  • tampilan modern,

  • performa cepat,

  • cocok untuk membuat aplikasi mobile profesional.

Contoh aplikasi yang cocok dibuat siswa SMK:

  • aplikasi peminjaman buku,

  • aplikasi tabungan kelas,

  • aplikasi jastip kantin,

  • aplikasi absensi siswa,

  • aplikasi marketplace sederhana.


Apa Itu React?

React adalah library JavaScript dari Meta yang digunakan untuk membangun tampilan website dan aplikasi web modern.

React banyak dipakai perusahaan teknologi karena fleksibel dan sangat populer di dunia web development.

Dengan React, siswa bisa membuat:

  • website modern,

  • dashboard admin,

  • sistem informasi sekolah,

  • landing page UMKM,

  • toko online,

  • aplikasi berbasis browser.

React juga memiliki versi mobile bernama React Native.


Perbandingan Flutter dan React untuk Siswa SMK

AspekFlutterReact
Fokus UtamaAplikasi MobileWebsite & Web App
BahasaDartJavaScript
Cocok UntukAndroid/iOSWebsite modern
Tingkat PopularitasSangat berkembangSangat besar di industri
Mudah DipelajariUI lebih mudah dipahamiLogika web lebih luas
Peluang FreelanceAplikasi mobile UMKMWebsite & dashboard
Cocok untuk StartupSangat cocokSangat cocok
Digunakan IndustriBanyak startup mobileHampir semua web company

Mana yang Lebih Mudah untuk Siswa SMK?

Flutter Lebih Mudah untuk Visual

Banyak siswa SMK lebih cepat memahami Flutter karena:

  • tampilan dibuat seperti menyusun balok,

  • hasil langsung terlihat,

  • cocok untuk siswa yang suka desain aplikasi.

Contohnya:
membuat tombol, card, menu, atau halaman login terasa lebih praktis.

Flutter juga sering membuat siswa lebih semangat karena hasil aplikasinya bisa langsung diinstal di HP sendiri.


React Lebih Kuat untuk Dunia Web

Sementara itu, React lebih dekat dengan kebutuhan industri web modern.

Belajar React membuat siswa memahami:

  • cara kerja website,

  • API,

  • frontend modern,

  • struktur industri digital,

  • integrasi backend.

Karena banyak perusahaan membutuhkan web developer, React memiliki peluang kerja yang sangat luas.


Korelasi dengan Dunia Kerja

Jika Menguasai Flutter

Peluang pekerjaan:

  • Mobile Developer

  • Flutter Developer

  • App Developer

  • Freelancer aplikasi UMKM

  • Pembuat aplikasi startup

Banyak UMKM sekarang membutuhkan:

  • aplikasi kasir,

  • aplikasi pemesanan,

  • aplikasi member,

  • aplikasi layanan pelanggan.

Artinya, siswa SMK sebenarnya sudah bisa menghasilkan uang bahkan sebelum lulus.


Jika Menguasai React

Peluang pekerjaan:

  • Frontend Developer

  • Web Developer

  • UI Engineer

  • React Developer

  • Freelancer website

Saat ini hampir semua bisnis membutuhkan website:

  • sekolah,

  • toko,

  • cafe,

  • perusahaan,

  • organisasi,

  • personal branding.

Kemampuan React sangat dibutuhkan karena website modern sekarang tidak lagi dibuat secara statis.


Mana yang Sebaiknya Dipelajari Dulu?

Jika Suka Membuat Aplikasi HP → Mulai dari Flutter

Flutter cocok untuk siswa yang:

  • suka desain aplikasi,

  • ingin membuat aplikasi Android,

  • ingin cepat melihat hasil visual,

  • tertarik dunia startup mobile.


Jika Suka Website dan Dunia Internet → Mulai dari React

React cocok untuk siswa yang:

  • suka membuat website,

  • tertarik frontend,

  • ingin memahami industri web,

  • ingin menjadi web developer profesional.


Apakah Harus Memilih Salah Satu?

Tidak.

Justru kombinasi Flutter dan React bisa menjadi skill yang sangat kuat.

Contohnya:

  • React digunakan membuat dashboard admin,

  • Flutter digunakan membuat aplikasi mobile pengguna.

Inilah pola yang banyak dipakai startup modern.


Tujuan Belajar Teknologi untuk Siswa SMK

Belajar Flutter atau React bukan hanya untuk nilai sekolah.

Tujuan sebenarnya:

  • melatih logika berpikir,

  • membangun kreativitas digital,

  • memahami kebutuhan industri,

  • menciptakan solusi nyata,

  • dan membuka peluang kerja maupun usaha.

Siswa SMK yang serius belajar teknologi memiliki peluang besar:

  • bekerja di perusahaan IT,

  • menjadi freelancer,

  • membuka jasa pembuatan aplikasi,

  • membangun startup sendiri,

  • bahkan menghasilkan uang sejak sekolah.


Kesimpulan

Flutter dan React sama-sama memiliki masa depan yang cerah.

Flutter unggul dalam pengembangan aplikasi mobile modern.

React unggul dalam pengembangan website dan sistem web industri.

Untuk siswa SMK jurusan RPL/PPLG, keduanya bukan untuk diperdebatkan, tetapi untuk dipelajari sesuai tujuan dan minat masing-masing.

Karena di dunia digital saat ini, kemampuan membuat aplikasi dan website bukan lagi sekadar skill tambahan, melainkan peluang masa depan.

Share:

Pembelajaran Dasar Informatika untuk Jurusan Pemasaran Kelas 10

Pembelajaran Dasar Informatika untuk Jurusan Pemasaran Kelas 10

Arah Pembelajaran: “Bukan belajar komputer, tapi belajar jadi marketer modern.”

Untuk anak pemasaran, Informatika jangan terasa seperti pelajaran teknis.
Harus terasa dekat dengan kehidupan mereka:

  • jualan online,

  • bikin konten,

  • jadi affiliate,

  • live selling,

  • branding produk,

  • keamanan akun marketplace,

  • sampai cara membedakan informasi hoaks.

Jadi ATP Informatika bisa diarahkan menjadi:

“Membentuk siswa pemasaran yang melek digital, aman di internet, mampu membuat konten, dan siap bekerja di dunia bisnis modern.”


Gambaran Model Pembelajaran

Pola Pembelajaran yang Disarankan

1. 30% Penjelasan — 70% Praktik

Kurangi ceramah panjang.

Fokus:

  • praktik HP/laptop,

  • diskusi kasus nyata,

  • simulasi bisnis,

  • bikin karya.


2. Gunakan Produk/Jualan Nyata

Contoh:

  • Es teh

  • Seblak

  • Skincare

  • Fashion

  • Jastip

  • Produk UMKM sekitar sekolah

Semua materi Informatika diarahkan ke:

“Kalau kamu jadi admin toko online, apa yang harus dilakukan?”


3. Akhiri dengan Portofolio

Bukan sekadar nilai.

Misalnya:

  • poster jualan,

  • akun bisnis,

  • video promosi,

  • hasil cek fakta,

  • simulasi keamanan akun,

  • presentasi brand.


Rincian Pembelajaran per ATP


1. Memahami Profesi Bidang Informatika

Arah untuk Pemasaran

Kenalkan profesi digital yang dekat dengan marketing.

Materi

  • Content Creator

  • Admin Marketplace

  • Social Media Specialist

  • Digital Marketing

  • Affiliate Marketing

  • UI Designer

  • Live Streaming Host

  • SEO Writer

Aktivitas Kelas

Praktik:

Siswa mencari:

  • pekerjaan digital marketing di internet,

  • gaji,

  • skill yang dibutuhkan.

Lalu presentasi:

“Kalau saya jadi content creator skincare…”

Tugas Bermakna

Buat “Dream Career Board”
isi:

  • profesi impian,

  • skill yang harus dipelajari,

  • target 5 tahun.

Nilai yang Masuk

  • komunikasi,

  • berpikir masa depan,

  • motivasi belajar.


2. Memahami Hak Atas Kekayaan Intelektual (HKI)

Arah untuk Pemasaran

Anak sekarang sering:

  • ambil gambar sembarangan,

  • repost,

  • pakai lagu,

  • copy desain.

Mereka harus sadar:

“Konten juga punya hak milik.”

Aktivitas Kelas

Simulasi:

Bandingkan:

  • poster original,

  • poster hasil copy.

Diskusi:

  • mana yang etis?

  • bagaimana kalau karya kita dicuri?


Praktik Nyata

Siswa membuat:

  • logo sederhana,

  • slogan,

  • nama brand.

Lalu:

  • mencari apakah nama brand sudah dipakai orang lain.


Proyek

“Bangun Brand Sendiri”
isi:

  • nama produk,

  • logo,

  • tagline,

  • hak cipta karya.


3. Memahami Model Input–Process–Output Komputer

Arah untuk Pemasaran

Jangan terlalu teknis.

Hubungkan dengan proses bisnis.

Contoh

Input:

foto produk, data pelanggan

Process:

editing, menghitung harga, membuat caption

Output:

poster, video, laporan penjualan


Aktivitas Kelas

Simulasi “Toko Online”

Kelompok siswa:

  • foto produk,

  • edit di Canva,

  • upload,

  • presentasi hasil.

Lalu guru bertanya:

mana inputnya?
mana prosesnya?
mana outputnya?

Anak jadi paham tanpa hafalan.


4. Memahami Sistem Operasi

Arah untuk Pemasaran

Fokus penggunaan nyata:

  • Android,

  • Windows,

  • iOS.

Aktivitas

Praktik:

  • membuat folder produk,

  • menyimpan file promosi,

  • rename file profesional,

  • backup data jualan.


Simulasi Dunia Kerja

Guru memberi file berantakan.

Siswa diminta:

“Kamu admin toko online. Rapikan semua data.”


5. Menerapkan Konfigurasi Keamanan Dasar

Sangat Penting untuk Anak Pemasaran

Karena mereka nanti pegang:

  • akun toko,

  • Instagram bisnis,

  • marketplace,

  • data pelanggan.


Materi

  • password kuat,

  • OTP,

  • phishing,

  • scam online,

  • link palsu,

  • backup akun.


Praktik Kelas

Simulasi:

Guru tampilkan:

  • email palsu,

  • chat penipuan,

  • link giveaway palsu.

Siswa menebak:

aman atau bahaya?


Praktik Nyata

Siswa:

  • membuat password aman,

  • mengaktifkan 2FA,

  • cek keamanan akun Google.


6. Memahami Literasi Digital

Fokus

Jangan jadi pengguna internet yang “asal share”.

Aktivitas

Diskusi:

“Kenapa netizen gampang termakan promo palsu?”


Praktik

Analisis:

  • iklan clickbait,

  • promo fake,

  • endorse palsu.


Tugas

Cari:

  • 3 iklan bagus,

  • 3 iklan manipulatif.

Lalu analisis.


7. Memahami Pemanfaatan Media dan Konten Digital

Ini Bagian yang Anak Pemasaran Biasanya Suka

Materi

  • Canva,

  • CapCut,

  • Instagram,

  • TikTok,

  • copywriting dasar,

  • foto produk.


Praktik Rutin

Mingguan:

Bikin:

  • poster,

  • reels,

  • caption jualan,

  • foto produk.


Model Kelas

“1 Pertemuan = 1 Karya”

Jangan hanya teori konten.


Proyek Besar

Kelompok membuat:

  • akun bisnis,

  • feed produk,

  • video promosi.


8. Memahami Pemanfaatan Perkakas Teknologi Digital

Fokus

Gunakan tools yang benar-benar dipakai industri.

Tools yang Bisa Dipakai

  • Canva

  • Google Docs

  • Google Drive

  • Spreadsheet

  • CapCut

  • ChatGPT

  • Marketplace

  • Google Form


Praktik

Simulasi UMKM

Siswa membuat:

  • formulir pemesanan,

  • katalog digital,

  • rekap penjualan sederhana.


9. Memahami Privasi dan Keamanan Akun Platform Digital

Sangat Relevan

Karena akun bisnis sering dibajak.


Praktik

Siswa belajar:

  • membuat password manager sederhana,

  • mengenali akun fake,

  • membedakan website asli dan palsu.


Simulasi

“Akun Instagram toko kena hack.”

Kelompok berdiskusi:

  • penyebab,

  • dampak,

  • solusi.


10. Memahami Penggunaan Mesin Pencari

Jangan cuma “googling”

Ajarkan:

  • cara mencari efektif,

  • riset produk,

  • riset harga,

  • tren pasar.


Praktik Nyata

Tugas:

Cari:

  • produk viral minggu ini,

  • harga kompetitor,

  • target pasar.


Skill Penting

Ajarkan keyword:

  • “skincare remaja terlaris”

  • “minuman viral 2026”

  • “contoh konten FYP”


11. Memahami Ekosistem Periksa Fakta

Sangat Penting di Era Konten Viral

Aktivitas

Guru tampilkan:

  • berita promo palsu,

  • giveaway fake,

  • screenshot editan.

Siswa cek kebenarannya.


Tools

Kenalkan:

  • reverse image search,

  • cek sumber berita,

  • cek tanggal posting.


12. Memahami Validitas Sumber Data

Hubungkan dengan Marketing

Karena keputusan bisnis harus berdasarkan data benar.


Praktik

Bandingkan:

  • data dari TikTok,

  • data dari website resmi,

  • opini netizen,

  • hasil survei.


Tugas Bermakna

Kelompok membuat:

“Riset Produk yang Layak Dijual di Sekolah”

Isi:

  • data tren,

  • target pembeli,

  • harga,

  • alasan memilih produk.


Model Penilaian yang Lebih Bermakna

Jangan Dominan Pilihan Ganda

Gunakan:

  • portofolio,

  • proyek,

  • presentasi,

  • simulasi,

  • praktik nyata.


Contoh Proyek Akhir Semester

“Digital Marketing Mini Project”

Kelompok membuat:

  • nama brand,

  • logo,

  • akun bisnis,

  • poster,

  • video promosi,

  • riset pasar,

  • strategi keamanan akun,

  • presentasi produk.


Hasil Akhir yang Diharapkan

Setelah belajar Informatika:
anak pemasaran bukan cuma:

“bisa komputer”

Tapi:

  • bisa bikin konten,

  • bisa berpikir kritis,

  • bisa riset pasar,

  • aman di dunia digital,

  • siap kerja,

  • siap usaha,

  • siap menghadapi dunia bisnis modern.

Itulah pembelajaran yang terasa:

“bermakna, hidup, dan dekat dengan masa depan mereka.”

Share:

Cara Menggunakan AI untuk Membuat Poster Jualan yang Menarik

 


Cara Menggunakan AI untuk Membuat Poster Jualan yang Menarik

Beserta Kiat Membuat Prompt yang Efektif

Di era digital saat ini, membuat poster jualan tidak harus selalu menggunakan kemampuan desain tingkat tinggi. Dengan bantuan Artificial Intelligence (AI), siapa pun kini bisa membuat poster promosi yang menarik hanya dengan mengetikkan deskripsi atau perintah sederhana yang disebut prompt.

Teknologi AI sangat membantu siswa SMK, pelaku UMKM, hingga content creator untuk membuat desain lebih cepat, kreatif, dan efisien.


Apa Itu AI Desain Poster?

AI desain poster adalah teknologi yang mampu membuat gambar atau desain otomatis berdasarkan instruksi teks dari pengguna.

Contohnya:

  • Poster makanan

  • Banner promo

  • Konten Instagram

  • Flyer event

  • Iklan produk

Cukup menulis deskripsi seperti:

“Poster jualan cireng pedas warna merah kuning, gaya modern, ada harga 2 ribu”

AI akan membuat desain sesuai perintah tersebut.


Kenapa AI Cocok untuk Membuat Poster Jualan?

✅ Cepat

Desain bisa jadi dalam hitungan detik.

✅ Mudah

Tidak harus jago CorelDraw atau Photoshop.

✅ Kreatif

Bisa menghasilkan ide desain baru.

✅ Cocok untuk Promosi Digital

Hasilnya bisa langsung dipakai di:

  • Instagram

  • WhatsApp

  • TikTok

  • Marketplace


Apa Itu Prompt?

Prompt adalah perintah atau instruksi yang diberikan kepada AI agar menghasilkan gambar sesuai keinginan.

Semakin jelas prompt yang dibuat, semakin bagus hasil desainnya.


Struktur Prompt yang Bagus

Agar poster AI terlihat profesional, gunakan unsur berikut:

1. Nama Produk

Tuliskan produk dengan jelas.

Contoh:

  • Cireng Meledak

  • Es Teh Jumbo

  • Seblak Viral


2. Warna Dominan

Warna mempengaruhi kesan desain.

Contoh:

  • Merah → pedas & semangat

  • Kuning → ceria

  • Hitam → elegan


3. Gaya Desain

Tentukan tema visual.

Contoh:

  • Modern

  • Estetik

  • Street food

  • Korean style

  • Cartoon style


4. Target Pembeli

AI bisa menyesuaikan desain dengan target pasar.

Contoh:

  • Anak sekolah

  • Gen Z

  • Mahasiswa

  • Anak kos


5. Teks Promo

Masukkan kalimat jualan yang menarik.

Contoh:

  • “Cuma 2 ribu udah kenyang!”

  • “Pedasnya bikin nagih!”

  • “Dompet tipis tetap bisa jajan!”


Contoh Prompt yang Bagus

Contoh 1 – Poster Makanan

“Poster jualan Cireng Meledak, warna merah dan kuning, gaya street food modern, ada gambar cireng pedas, tulisan besar dan menarik, harga 2 ribu, cocok untuk anak sekolah dan anak kos, desain estetik dan viral”


Contoh 2 – Minuman Kekinian

“Poster es teh jumbo modern untuk Gen Z, warna biru segar, desain clean, ada efek es batu, tulisan promo harga 5 ribu, cocok untuk Instagram story”


Kiat Membuat Prompt yang Efektif 🔥

✅ Gunakan Kata yang Jelas

Jangan terlalu singkat.

❌ Salah:

“Poster cireng”

✅ Lebih baik:

“Poster cireng pedas warna merah kuning gaya modern”


✅ Sebutkan Suasana atau Mood

Contoh:

  • Ceria

  • Elegan

  • Viral

  • Ramai

  • Estetik


✅ Jelaskan Posisi Tulisan

Contoh:

  • Tulisan besar di tengah

  • Harga dibuat mencolok

  • Background blur


✅ Gunakan Kata Promosi

Contoh:

  • Promo

  • Diskon

  • Viral

  • Best seller

  • Pedas level dewa


Kesalahan Umum Saat Membuat Prompt

❌ Terlalu Pendek

AI bingung memahami keinginan pengguna.

❌ Tidak Menentukan Warna

Hasil desain bisa tidak sesuai.

❌ Tidak Menentukan Target Pasar

Desain jadi kurang tepat sasaran.


Skill yang Dipelajari Siswa dari AI Desain

Menggunakan AI bukan berarti siswa tidak belajar. Justru siswa belajar:

Soft Skills

  • Kreativitas

  • Komunikasi visual

  • Problem solving

Hard Skills

  • Desain digital

  • Branding

  • Copywriting

  • Pemasaran digital


AI Tidak Menggantikan Kreativitas Manusia

AI hanyalah alat bantu. Ide utama tetap berasal dari manusia.

Orang yang kreatif dan mampu membuat prompt yang baik akan menghasilkan desain yang lebih menarik dibanding hanya mengandalkan AI tanpa konsep.


Kesimpulan

AI mempermudah siapa saja membuat poster jualan secara cepat dan menarik. Kunci utama agar hasil AI bagus adalah membuat prompt yang jelas, detail, dan sesuai target pasar.

Semakin baik prompt yang dibuat, semakin profesional hasil desain yang dihasilkan AI.

“AI bisa membuat gambar, tetapi kreativitas tetap berasal dari manusia.”


Contoh Tugas Siswa

  1. Tentukan 1 produk jualan

  2. Buat prompt AI untuk poster produk tersebut

  3. Jelaskan target pembeli

  4. Sebutkan warna dan gaya desain yang dipilih

  5. Presentasikan hasil poster di kelas

Share:

Kenapa Pelajar Sekarang Gampang Capek Belajar?

 


Kenapa Pelajar Sekarang Gampang Capek Belajar?

Bukan Karena Bodoh, Tapi Karena “Otaknya Lagi Diserbu”

Pernah gak sih niat belajar cuma 10 menit…
eh ujung-ujungnya malah:

  • buka TikTok,

  • lanjut scroll reels,

  • ketawa lihat meme,

  • terus panik karena tugas belum selesai 😭

Kalau iya, tenang…
kamu gak sendirian.

Banyak pelajar sekarang sebenarnya bukan malas.
Mereka cuma hidup di era yang bikin otak susah fokus.


Otak Kita Lagi “Dibajak”

Coba jujur.

Sekarang kalau video lebih dari 1 menit aja kadang langsung:

“Skip ah…”

Padahal dulu bisa nonton kartun Minggu pagi 3 jam full 😭

Kenapa?

Karena media sosial bikin otak terbiasa dapat hiburan super cepat.

Scroll → ketawa.
Scroll → kaget.
Scroll → musik enak.
Scroll → drama.

Akhirnya saat ketemu:

  • matematika,

  • coding,

  • membaca,

  • atau tugas sekolah,

otak langsung bilang:

“Gak seseru FYP.”


Yang Bahaya Itu Bukan Main HP

Tapi Gak Bisa Ngontrol

Main HP itu gak salah.

Yang bahaya adalah:

  • buka HP niat cari materi,

  • malah nyasar ke konten random 2 jam 💀

Teknologi itu alat.
Bisa bantu belajar, bisa juga bikin hancur fokus.

Sekarang AI, internet, dan gadget itu ibarat:

pisau dapur.

Bisa buat masak.
Bisa juga bikin berantakan kalau dipakai sembarangan.


Sistem Pendidikan Kadang Bikin Mager

Ini juga fakta.

Kadang pelajar capek bukan karena pelajarannya susah…
tapi karena:

  • tugas numpuk,

  • belajar cuma hafalan,

  • takut salah,

  • nilai lebih penting daripada skill.

Makanya banyak siswa yang:

“Nilai bagus, tapi bingung pas praktik.”

Padahal dunia kerja sekarang lebih suka orang yang:

  • bisa komunikasi,

  • bisa mikir,

  • bisa kerja tim,

  • dan bisa adaptasi.


AI Itu Bisa Jadi Penolong… atau Penghancur

Sekarang banyak siswa tinggal:

“ChatGPT, kerjakan tugas saya.”

Selesai?
Iya.

Paham?
Belum tentu 😭

Kalau AI dipakai buat:

  • belajar konsep,

  • brainstorming,

  • latihan coding,

  • cari ide,

itu keren.

Tapi kalau cuma copy-paste tanpa ngerti…
lama-lama kemampuan mikir sendiri bisa turun.

AI seharusnya jadi:

“partner belajar”

bukan:

“otak cadangan.”


Jadi Pelajar Sekarang Emang Berat?

Jujur… iya.

Karena pelajar sekarang harus lawan:

  • distraksi,

  • overthinking,

  • tekanan sosial,

  • algoritma,

  • dan rasa insecure.

Tapi kabar baiknya…

Kesempatan zaman sekarang juga jauh lebih besar.

Belajar coding? Gratis di internet.
Belajar desain? Banyak tutorial.
Mau bikin bisnis? Tinggal mulai dari HP.

Yang penting bukan siapa yang paling pintar.

Tapi:

siapa yang bisa tetap belajar walau malas datang tiap hari.


Penutup

Kalau hari ini kamu masih mau belajar, walau pelan…
itu udah keren.

Karena di zaman yang semuanya serba instan,
orang yang masih mau fokus dan berkembang itu langka.

Jadi jangan cuma jadi penonton di hidup sendiri.

Upgrade skill.
Kurangi scroll.
Dan buktiin kalau pelajar Indonesia bisa lebih dari sekadar “hadir di absensi.” 🚀

Share:

📱 Membuat Aplikasi Kantin SMKN 1 Banjar dengan Flutter

Modul Praktikum RPL – Mobile Programming

Di era digital, pemesanan makanan tidak lagi harus datang langsung ke kantin. Dengan aplikasi mobile, siswa bisa memesan makanan dan minuman langsung dari kelas, lalu pesanan dikirim melalui WhatsApp ke kurir/jastip.

Pada praktikum ini, kita akan membuat Aplikasi Kantin SMKN 1 Banjar menggunakan Flutter (Dart) yang dapat:

  • Menampilkan daftar menu

  • Menambahkan item ke keranjang

  • Menghitung total harga otomatis

  • Checkout dan mengirim pesanan ke WhatsApp

  • Menyimpan nomor WhatsApp admin


🎯 Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti praktikum ini, peserta didik mampu:

  1. Memahami struktur dasar project Flutter.

  2. Membuat tampilan UI menggunakan Widget.

  3. Mengelola state sederhana (keranjang belanja).

  4. Menggunakan package eksternal (url_launcher).

  5. Menghubungkan aplikasi dengan WhatsApp.

  6. Build APK aplikasi Android.


🧠 Konsep yang Dipelajari

KonsepPenjelasan
StatelessWidgetWidget yang tidak berubah
StatefulWidgetWidget yang bisa berubah (dynamic)
List & ObjectMenyimpan data menu
setState()Mengubah tampilan saat data berubah
url_launcherMembuka WhatsApp dari aplikasi
Build APKMengubah project menjadi file install Android

🛠 Persiapan Alat

Pastikan sudah terinstall:

  • Flutter SDK

  • Android Studio (Emulator)

  • VS Code + Extension Flutter

Cek dengan:

flutter doctor

🚀 Langkah Praktikum

1️⃣ Membuat Project Baru

flutter create kantin_smkn1banjar
cd kantin_smkn1banjar
code .

2️⃣ Tambahkan Dependency

Buka pubspec.yaml, tambahkan:

dependencies:
  flutter:
    sdk: flutter
  url_launcher: ^6.2.5

Lalu jalankan:

flutter pub get

📦 Struktur Aplikasi

Aplikasi ini memiliki fitur:

  • Beranda (Daftar Menu)

  • Keranjang

  • Checkout

  • Kirim ke WhatsApp


💻 FULL SOURCE CODE (main.dart)

Salin seluruh kode berikut ke:

lib/main.dart

import 'package:flutter/material.dart';
import 'package:url_launcher/url_launcher.dart';

void main() {
  runApp(KantinApp());
}

class KantinApp extends StatelessWidget {
  @override
  Widget build(BuildContext context) {
    return MaterialApp(
      debugShowCheckedModeBanner: false,
      title: 'Kantin SMKN 1 Banjar',
      theme: ThemeData(primarySwatch: Colors.green),
      home: HomeScreen(),
    );
  }
}

class MenuItem {
  final String nama;
  final int harga;
  int qty;

  MenuItem({required this.nama, required this.harga, this.qty = 0});
}

List<MenuItem> daftarMenu = [
  MenuItem(nama: "Nasi Goreng", harga: 12000),
  MenuItem(nama: "Mie Ayam", harga: 10000),
  MenuItem(nama: "Bakso", harga: 13000),
  MenuItem(nama: "Es Teh", harga: 5000),
  MenuItem(nama: "Pop Ice", harga: 5000),
];

List<MenuItem> keranjang = [];
String nomorWA = "6281234567890";
int ongkir = 2000;

class HomeScreen extends StatefulWidget {
  @override
  _HomeScreenState createState() => _HomeScreenState();
}

class _HomeScreenState extends State<HomeScreen> {

  int get total =>
      keranjang.fold(0, (sum, item) => sum + (item.harga * item.qty));

  @override
  Widget build(BuildContext context) {
    return Scaffold(
      appBar: AppBar(
        title: Text("Kantin SMKN 1 Banjar"),
        actions: [
          IconButton(
            icon: Icon(Icons.shopping_cart),
            onPressed: () {
              Navigator.push(
                  context,
                  MaterialPageRoute(builder: (_) => CartScreen()));
            },
          )
        ],
      ),
      body: ListView.builder(
        itemCount: daftarMenu.length,
        itemBuilder: (context, index) {
          final item = daftarMenu[index];
          return Card(
            child: ListTile(
              title: Text(item.nama),
              subtitle: Text("Rp ${item.harga}"),
              trailing: item.qty == 0
                  ? ElevatedButton(
                      onPressed: () {
                        setState(() {
                          item.qty = 1;
                          keranjang.add(item);
                        });
                      },
                      child: Text("Tambah"),
                    )
                  : Row(
                      mainAxisSize: MainAxisSize.min,
                      children: [
                        IconButton(
                          icon: Icon(Icons.remove),
                          onPressed: () {
                            setState(() {
                              item.qty--;
                              if (item.qty == 0) {
                                keranjang.remove(item);
                              }
                            });
                          },
                        ),
                        Text(item.qty.toString()),
                        IconButton(
                          icon: Icon(Icons.add),
                          onPressed: () {
                            setState(() {
                              item.qty++;
                            });
                          },
                        ),
                      ],
                    ),
            ),
          );
        },
      ),
      floatingActionButton: keranjang.isEmpty
          ? null
          : FloatingActionButton.extended(
              label: Text("Rp $total"),
              icon: Icon(Icons.payment),
              onPressed: () {
                Navigator.push(
                    context,
                    MaterialPageRoute(builder: (_) => CheckoutScreen()));
              },
            ),
    );
  }
}

class CartScreen extends StatelessWidget {
  int get subtotal =>
      keranjang.fold(0, (sum, item) => sum + (item.harga * item.qty));

  @override
  Widget build(BuildContext context) {
    return Scaffold(
      appBar: AppBar(title: Text("Keranjang")),
      body: Column(
        children: [
          Expanded(
            child: ListView.builder(
              itemCount: keranjang.length,
              itemBuilder: (context, index) {
                final item = keranjang[index];
                return ListTile(
                  title: Text("${item.nama} x${item.qty}"),
                  subtitle: Text("Rp ${item.harga * item.qty}"),
                );
              },
            ),
          ),
          Padding(
            padding: EdgeInsets.all(16),
            child: Column(
              children: [
                Text("Subtotal: Rp $subtotal"),
                Text("Ongkir: Rp $ongkir"),
                Text(
                  "Total: Rp ${subtotal + ongkir}",
                  style: TextStyle(fontWeight: FontWeight.bold),
                ),
              ],
            ),
          )
        ],
      ),
    );
  }
}

class CheckoutScreen extends StatelessWidget {

  void kirimWA() async {
    String pesan = "Pesanan Kantin SMKN 1 Banjar\n\n";
    for (var item in keranjang) {
      pesan += "- ${item.nama} x${item.qty} = Rp ${item.harga * item.qty}\n";
    }

    int total =
        keranjang.fold(0, (sum, item) => sum + (item.harga * item.qty));

    pesan += "\nOngkir: Rp $ongkir";
    pesan += "\nTotal: Rp ${total + ongkir}";

    final url =
        "https://wa.me/$nomorWA?text=${Uri.encodeComponent(pesan)}";

    await launchUrl(Uri.parse(url),
        mode: LaunchMode.externalApplication);
  }

  @override
  Widget build(BuildContext context) {
    return Scaffold(
      appBar: AppBar(title: Text("Checkout")),
      body: Center(
        child: ElevatedButton(
          child: Text("Kirim ke WhatsApp"),
          onPressed: kirimWA,
        ),
      ),
    );
  }
}

📦 Cara Build APK

flutter build apk --release

File APK ada di:

build/app/outputs/flutter-apk/app-release.apk

📝 Tugas Praktikum Siswa

  1. Tambahkan 3 menu baru.

  2. Ubah ongkir menjadi 3000.

  3. Tambahkan input nama dan kelas saat checkout.

  4. Tambahkan halaman pengaturan nomor WA.

  5. Ubah tema warna aplikasi.


📊 Refleksi Pembelajaran

Diskusikan dengan siswa:

  • Apa fungsi setState()?

  • Mengapa kita menggunakan List?

  • Bagaimana cara kerja pengiriman ke WhatsApp?

  • Bagaimana jika ingin menyimpan data ke database?


🚀 Pengembangan Lanjutan

Untuk level lanjut, aplikasi bisa dikembangkan menjadi:

  • Login siswa

  • Firebase database

  • Dashboard admin

  • Export PDF laporan

  • QRIS pembayaran

  • Teaching Factory Kantin Digital


Salam Redaksi.

Share:

🔎 Strategi Pencarian Informasi Produk & Pasar

🔎 Strategi Pencarian Informasi Produk & Pasar


📘 PRAKTIKUM KELAS

🛒 Riset Produk & Pasar Secara Online


🎯 Tujuan Praktikum

Siswa mampu:

  • Menggunakan Google Search secara efektif

  • Menentukan kata kunci (keyword) yang tepat

  • Membandingkan harga produk di marketplace

  • Menemukan ide produk yang berpotensi laku


⏰ Alokasi Waktu

  • Penjelasan: 10 menit

  • Praktikum: 45 menit

  • Presentasi: 25 menit


👥 Pembagian Kelompok

  • 1 kelompok = 3–4 siswa

  • Peran:

    • Pencari data

    • Pencatat

    • Analis

    • Presenter


💻 Alat & Bahan

  • HP / Laptop + Internet

  • Buku catatan / LKPD


🔍 KEGIATAN PRAKTIKUM


🔹 Langkah 1: Menentukan Produk

Pilih 1 kategori:

  • Alat tulis

  • Makanan ringan

  • Minuman

  • Aksesoris

  • Produk bebas (disetujui guru)

👉 Tulis pilihan produk: ____________


🔹 Langkah 2: Riset di Mesin Pencari

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Gunakan Google dengan kata kunci berikut:

  • “produk terlaris 2026”

  • “tren jualan 2026”

  • “[nama produk] paling laku”

📌 Tugas:

  • Sebutkan 3 produk yang sedang tren:





🔹 Langkah 3: Riset Harga di Marketplace

Gunakan:

  • Shopee

  • Tokopedia

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

📌 Tugas:
Cari 1 produk yang sama, lalu isi tabel:

Nama TokoHargaRatingCatatan
Toko A
Toko B
Toko C

🔹 Langkah 4: Analisis Sederhana

Jawab pertanyaan:

  1. Produk mana yang paling murah?
    👉 __________________________

  2. Produk mana yang paling terpercaya (rating tinggi)?
    👉 __________________________

  3. Jika kalian jualan, akan ambil harga berapa? Kenapa?
    👉 __________________________


🔹 Langkah 5: Ide Bisnis

Tentukan:

  • Produk yang akan dijual: ____________

  • Target pembeli: ____________

  • Alasan memilih produk: ____________


🎤 Presentasi Kelompok

Setiap kelompok menjelaskan:

  • Produk pilihan

  • Hasil riset harga

  • Strategi jualan mereka


⭐ Penilaian

AspekSkor
Ketepatan pencarian
Kelengkapan data
Analisis
Kerja sama tim
Presentasi

💡 Tips untuk Siswa

  • Gunakan kata kunci spesifik (misal: “pulpen murah bagus”)

  • Jangan hanya lihat harga → cek rating ⭐

  • Bandingkan minimal 3 toko

  • Diskusi dalam kelompok


🔥 Bonus (Opsional Biar Lebih Seru)

👉 Guru bisa buat tantangan:

  • Kelompok dengan ide jualan terbaik 🎁

  • Kelompok dengan analisis paling logis 🧠

  • Presentasi paling menarik 🎤


Salam Redaksi.

Share:

📘 MATERI POKOK INFORMATIKA KONTEKSTUAL 🛒 Untuk Jurusan Pemasaran SMK Kelas X

Berikut materi pokok yang relevan, aplikatif, dan nyambung ke praktik pemasaran 👇


📘 MATERI POKOK INFORMATIKA KONTEKSTUAL

🛒 Untuk Jurusan Pemasaran SMK Kelas X


1️⃣ 🔎 Strategi Pencarian Informasi Produk & Pasar

8

Materi:

  • Teknik pencarian efektif di Google Search
  • Penggunaan kata kunci (keyword) untuk riset produk
  • Membandingkan harga dan tren di marketplace
  • Mencari supplier atau ide bisnis

Contoh Konteks Pemasaran:

  • Mencari “produk terlaris 2026”
  • Riset harga kompetitor di marketplace

2️⃣ 🧠 Literasi Digital & Cek Fakta Produk

6

Materi:

  • Membedakan informasi benar vs hoaks
  • Teknik membaca lateral (cek sumber lain)
  • Mengenali review palsu

Contoh Pemasaran:

  • Mengecek klaim “produk viral”
  • Tidak menyebarkan promosi palsu

3️⃣ 📊 Pengolahan Data Penjualan Sederhana

6

Materi:

  • Menggunakan Microsoft Excel / Google Sheets
  • Input data penjualan
  • Membuat tabel & grafik
  • Analisis sederhana (produk laris, keuntungan)

Konteks:

  • Rekap hasil jualan praktikum
  • Menentukan produk paling diminati

4️⃣ 🎤 Pembuatan Konten Promosi Digital

6

Materi:

  • Membuat poster di Canva
  • Copywriting sederhana (kalimat promosi)
  • Foto produk yang menarik
  • Upload ke media sosial

Konteks:

  • Promosi produk hasil praktik kelas
  • Membuat katalog digital

5️⃣ 🌐 Dasar Jaringan & Internet untuk Bisnis

7

Materi:

  • Perbedaan internet & jaringan lokal
  • WiFi untuk bisnis
  • Koneksi kasir / marketplace

Konteks:

  • Jualan online butuh internet stabil
  • Penggunaan WiFi di toko

6️⃣ 🔐 Keamanan Digital dalam Bisnis Online

6

Materi:

  • Password kuat
  • Manajer password
  • Verifikasi 2 langkah
  • Pengaturan privasi akun

Konteks:

  • Mengamankan akun jualan
  • Menghindari pembajakan akun toko

7️⃣ 📱 Media Digital untuk Promosi & Kolaborasi

7

Materi:

  • Pemanfaatan Instagram & TikTok
  • Interaksi dengan pelanggan
  • Kolaborasi tim online

Konteks:

  • Jualan via DM / chat
  • Promosi video pendek

8️⃣ ⚖️ Etika Digital & Hak Kekayaan Intelektual (HKI)

6

Materi:

  • Hak cipta (logo, desain, foto)
  • Tidak plagiasi
  • Etika promosi

Konteks:

  • Tidak mencuri foto produk orang
  • Membuat brand sendiri

9️⃣ 👨‍💼 Pengenalan Profesi Digital Marketing

5

Materi:

  • Admin online shop
  • Content creator
  • Social media specialist
  • Digital marketer

Konteks:

  • Peluang kerja setelah lulus

🧩 Keterkaitan dengan Mapel Pemasaran

Materi ini bisa langsung dikaitkan dengan:

  • Praktik jual beli (offline & online)
  • Pembuatan konten promosi
  • Simulasi bisnis sederhana
  • Projek kewirausahaan siswa

🎯 Kesimpulan

Materi informatika untuk pemasaran harus:
✔ Berbasis praktik
✔ Dekat dengan dunia bisnis
✔ Mendukung jualan offline & online
✔ Melatih skill digital nyata


Salam Redaksi

Share:

Chat Admin

Chat via WhatsApp

Blogger Tricks

Blogger Themes