🌱 Dari Sampah ke Kesadaran: Resume Bermakna Pembelajaran Kebersihan
Pembelajaran hari ini bukan sekadar membahas sampah, tetapi tentang kebiasaan, pilihan, dan tanggung jawab sebagai manusia. Kami belajar bahwa kebersihan bukan hanya urusan lingkungan, tetapi juga cerminan nilai diri.
🎯 Niti Bukti (Bertindak) – Lomba Memilah Sampah
Kegiatan paling seru adalah lomba memilah sampah organik, anorganik, dan B3 dalam waktu 60–90 detik. Awalnya terlihat mudah, tetapi ternyata beberapa jenis sampah masih membingungkan.
Dari kegiatan ini, kami belajar bahwa:
-
Pengetahuan harus disertai tindakan.
-
Salah itu wajar, yang penting mau memahami alasannya.
-
Kerja sama lebih penting daripada saling menyalahkan.
Nilai yang terasa dalam kegiatan ini:
-
Terampil memilah dengan cepat dan tepat.
-
Paham alasan, bukan sekadar menebak.
-
Disiplin mengikuti aturan.
-
Kerja sama dalam kelompok.
-
Peduli terhadap lingkungan yang lebih sehat.
Kami menyadari bahwa kalau ilmu hanya berhenti di kepala, itu sekadar pengetahuan. Tapi kalau dilakukan, itu menjadi perubahan.
🌍 Diskusi Kritis: Kenapa Plastik Sekali Pakai Masih Digunakan?
Kami berdiskusi dengan jujur. Ternyata alasan utama plastik masih digunakan adalah:
-
Murah
-
Praktis
-
Mudah didapat
-
Sudah menjadi kebiasaan
Kami juga memahami bahwa masalah sampah bukan hal kecil. Indonesia memiliki sistem pencatatan sampah nasional melalui SIPSN yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, yang menunjukkan bahwa persoalan ini nyata dan besar.
Namun kami belajar bahwa solusi tidak harus langsung sempurna. Bisa dimulai dari hal sederhana:
-
Membawa tumbler sendiri
-
Membawa tas belanja kecil
-
Mengurangi penggunaan sedotan plastik
-
Membawa tempat makan
-
Mengurangi frekuensi jajan berkemasan
Mengurangi plastik itu seperti mengurangi gula—tidak harus langsung berhenti total, tapi bisa dikurangi perlahan dan konsisten.
✍ Refleksi 4P
1. Peristiwa
Bagian paling berkesan bagi saya adalah lomba memilah sampah karena membuat saya sadar bahwa selama ini saya belum sepenuhnya memahami jenis sampah.
2. Perasaan
Saya merasa tertantang dan sedikit malu karena ternyata kebiasaan kecil saya berdampak besar bagi lingkungan. Tapi saya juga merasa semangat untuk berubah.
3. Pembelajaran
Saya memahami bahwa:
-
Sampah adalah hasil dari pilihan manusia.
-
Kebiasaan kecil bisa berdampak besar.
-
Dalam QS. Ar-Rum ayat 41 dijelaskan bahwa kerusakan di bumi terjadi karena ulah manusia, dan kita diperintahkan untuk kembali memperbaikinya.
4. Penerapan ke Depan
Mulai besok saya akan membawa tumbler sendiri ke sekolah.
Yang saya butuhkan agar konsisten adalah mengingatkan diri sendiri setiap malam sebelum tidur.
Kalau lupa, saya akan mengurangi membeli minuman kemasan dan tidak mengulanginya di hari berikutnya.
🌿 Refleksi Penutup
Hari ini kami belajar bahwa sampah bukan hanya benda yang dibuang. Ia adalah jejak—jejak kebiasaan, jejak pilihan, dan jejak nilai.
Bumi tidak membutuhkan kita menjadi sempurna.
Bumi membutuhkan kita menjadi lebih sadar.
Karena perubahan besar selalu tumbuh dari langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten.
File materi : Unduh







Tidak ada komentar:
Posting Komentar