LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
PROYEK PEMBELAJARAN MENDALAM
MEMBANGUN APLIKASI HOME EMERGENCY CONTACTS MENGGUNAKAN FLUTTER
Mata Pelajaran: Pemrograman Perangkat Bergerak
Program Keahlian: PPLG
Fase: F
Model Pembelajaran: Project-Based Learning
Metode: Pembelajaran Daring, Praktik Mandiri, dan Refleksi
Produk Akhir: Aplikasi Home Emergency Contacts
A. PENDAHULUAN
Pernahkah kalian membayangkan ketika terjadi keadaan darurat di rumah, seperti kebakaran, anggota keluarga sakit, listrik bermasalah, atau membutuhkan bantuan tetangga?
Apakah nomor-nomor penting tersebut sudah tersimpan dan mudah ditemukan?
Sering kali kita memiliki banyak nomor telepon penting, tetapi tersimpan secara terpisah di berbagai tempat. Bahkan, ketika dibutuhkan dalam kondisi mendesak, kita justru kesulitan menemukannya.
Sebagai calon pengembang perangkat lunak, kalian ditantang untuk membuat solusi digital melalui aplikasi Home Emergency Contacts.
Aplikasi ini dirancang untuk membantu keluarga menyimpan, mengelola, dan menghubungi nomor-nomor penting di sekitar rumah dengan lebih cepat.
Ingat, kalian bukan hanya sedang membuat aplikasi untuk menyelesaikan tugas sekolah. Kalian sedang belajar menciptakan solusi teknologi yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
B. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah menyelesaikan proyek ini, peserta didik diharapkan mampu:
Mengidentifikasi permasalahan nyata yang dapat diselesaikan menggunakan aplikasi mobile.
Menganalisis kebutuhan pengguna dan menentukan fitur aplikasi.
Merancang antarmuka aplikasi mobile yang mudah digunakan.
Mengembangkan aplikasi menggunakan Flutter dan bahasa pemrograman Dart.
Memanfaatkan AI sebagai asisten pengembangan perangkat lunak secara bertanggung jawab.
Mengimplementasikan pengelolaan data kontak dan fitur panggilan menggunakan plugin yang sesuai.
Melakukan pengujian dan mengevaluasi aplikasi.
Mendokumentasikan proses pengembangan melalui blog pribadi.
C. TANTANGAN PROYEK
Misi kalian:
Buatlah aplikasi Android bernama Home Emergency Contacts yang dapat membantu seseorang menemukan dan menghubungi kontak penting di sekitar rumah.
Minimal aplikasi memiliki fitur:
Dashboard atau halaman beranda.
Daftar kontak penting.
Tambah kontak baru.
Edit kontak.
Hapus kontak.
Kategori kontak.
Kontak favorit.
Tombol panggilan cepat menggunakan
url_launcher.
Fitur tambahan seperti pencarian kontak, WhatsApp, informasi rumah, dan panduan keadaan darurat akan menjadi nilai pengembangan lebih lanjut.
D. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN
MISI 1 — MEMAHAMI PERMASALAHAN
Sebelum membuat aplikasi, lakukan pengamatan sederhana di lingkungan rumah.
Jawablah pertanyaan berikut:
Siapa saja orang atau instansi yang perlu dihubungi ketika terjadi keadaan darurat di rumah?
Apa kesulitan yang mungkin dialami seseorang ketika mencari nomor telepon penting?
Mengapa aplikasi kontak darurat lebih praktis dibandingkan mencatat nomor pada kertas?
Siapa calon pengguna aplikasi yang akan kalian buat?
Tugas analisis:
Tuliskan minimal 5 kontak penting yang menurut kalian harus tersedia dalam aplikasi.
Contoh:
Ketua RT/RW.
Pemadam kebakaran.
Klinik atau dokter.
PLN.
Polisi.
Ambulans.
Tetangga terdekat.
MISI 2 — MERANCANG APLIKASI
Sebelum melakukan coding, buatlah rancangan sederhana.
Tentukan:
Nama aplikasi.
Tujuan aplikasi.
Warna utama aplikasi.
Minimal 5 menu atau fitur.
Desain halaman dashboard.
Desain halaman daftar kontak.
Buat rancangan menggunakan Figma, Canva, kertas, atau aplikasi desain lain.
Pertanyaan pemantik:
Bagaimana cara membuat tampilan aplikasi yang mudah dipahami oleh orang tua maupun anak-anak?
Lampirkan minimal 2 gambar rancangan tampilan aplikasi.
MISI 3 — MEMBANGUN APLIKASI DENGAN FLUTTER
Bacalah materi utama guru melalui tautan berikut:
https://belajar-bersama-darsu.blogspot.com/2026/11/membangun-home-emergency-contacts.html
Pelajari materi secara bertahap.
Gunakan Flutter untuk membangun aplikasi dan AI sebagai asisten coding.
Tahapan praktik:
Praktik 1: Persiapan Project
Membuat project Flutter.
Mengenali struktur folder.
Menyiapkan package yang diperlukan.
Praktik 2: Membuat Antarmuka
Membuat dashboard.
Membuat menu navigasi.
Membuat halaman daftar kontak.
Membuat tombol-tombol navigasi.
Praktik 3: Mengelola Data
Membuat form tambah kontak.
Membuat fitur edit kontak.
Membuat fitur hapus kontak.
Menyimpan data menggunakan SQLite.
Praktik 4: Panggilan Cepat
Memasang package
url_launcher.Membuat tombol telepon.
Menguji pembukaan aplikasi dialer.
Praktik 5: Penyempurnaan
Menambahkan kontak favorit.
Membuat kategori kontak.
Memperbaiki tampilan aplikasi.
Menguji seluruh fitur.
Penting: Jangan hanya menyalin kode dari AI. Pastikan kalian memahami fungsi kode yang digunakan. Mintalah AI menjelaskan kode apabila ada bagian yang belum dipahami.
MISI 4 — PENGUJIAN APLIKASI
Lakukan pengujian terhadap aplikasi yang telah dibuat.
| No. | Pengujian | Hasil |
|---|---|---|
| 1 | Aplikasi berhasil dibuka | Berhasil/Belum |
| 2 | Dashboard tampil dengan baik | Berhasil/Belum |
| 3 | Tambah kontak berfungsi | Berhasil/Belum |
| 4 | Edit kontak berfungsi | Berhasil/Belum |
| 5 | Hapus kontak berfungsi | Berhasil/Belum |
| 6 | Data tersimpan setelah aplikasi ditutup | Berhasil/Belum |
| 7 | Tombol telepon membuka dialer | Berhasil/Belum |
| 8 | Kontak favorit berfungsi | Berhasil/Belum |
Gunakan nomor uji milik sendiri atau nomor yang telah mendapat izin. Jangan melakukan panggilan sungguhan ke nomor layanan darurat hanya untuk pengujian.
Jika terdapat fitur yang belum berhasil, tuliskan kendala dan cara kalian mengatasinya.
MISI 5 — PUBLIKASI DAN DOKUMENTASI
Setelah praktik selesai, dokumentasikan seluruh proses pembelajaran pada blog pribadi masing-masing.
Ketentuan postingan blog:
Judul yang disarankan:
"Proyek Flutter: Membangun Aplikasi Home Emergency Contacts"
Isi postingan minimal mencakup:
Pendahuluan dan tujuan aplikasi.
Analisis permasalahan.
Rancangan aplikasi.
Teknologi dan package yang digunakan.
Proses pembuatan aplikasi.
Dokumentasi setiap tahapan praktik.
Screenshot tampilan aplikasi.
Hasil pengujian aplikasi.
Kendala dan solusi.
Kesimpulan dan refleksi pembelajaran.
Dokumentasi wajib:
Foto atau screenshot proses pengembangan.
Screenshot dashboard aplikasi.
Screenshot daftar kontak.
Screenshot form tambah/edit kontak.
Screenshot fitur panggilan cepat.
Bukti pengujian aplikasi.
Gunakan gambar hasil pekerjaan sendiri. Jangan menggunakan screenshot aplikasi orang lain sebagai bukti praktik.
E. REFLEKSI PEMBELAJARAN MENDALAM
Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan pengalaman kalian.
Hal baru apa yang kalian pelajari dari proyek ini?
Mengapa aplikasi yang kalian buat dapat memberikan manfaat bagi masyarakat?
Bagian pemrograman apa yang paling menantang?
Bagaimana AI membantu proses pengembangan aplikasi?
Apakah semua kode yang dihasilkan AI langsung dapat digunakan? Jelaskan.
Jika diberi kesempatan mengembangkan aplikasi ini lebih lanjut, fitur apa yang ingin kalian tambahkan?
Apa pelajaran paling berharga yang kalian dapatkan dari proyek ini?
Tuliskan refleksi menggunakan bahasa sendiri, bukan hasil salinan AI.
F. KRITERIA PENILAIAN
| Aspek Penilaian | Bobot |
|---|---|
| Analisis masalah dan kebutuhan pengguna | 10 |
| Rancangan UI/UX aplikasi | 15 |
| Implementasi dan fungsi aplikasi | 35 |
| Pengujian dan pemecahan masalah | 15 |
| Dokumentasi pada blog | 15 |
| Refleksi dan pemahaman individu | 10 |
| Total | 100 |
Penilaian tidak hanya berdasarkan aplikasi yang berhasil dibuat, tetapi juga proses, pemahaman, kreativitas, dan kemampuan menjelaskan hasil pekerjaan.
G. PENGUMPULAN TUGAS
Setelah seluruh kegiatan selesai:
Pastikan postingan blog sudah dipublikasikan.
Pastikan gambar dokumentasi dapat dilihat.
Salin tautan postingan blog kalian.
Buka postingan materi guru:
https://belajar-bersama-darsu.blogspot.com/2026/11/membangun-home-emergency-contacts.html
Tempelkan tautan postingan blog kalian pada kolom komentar.
Format komentar:
Nama:
Kelas:
Judul Proyek:
Link Blog:
Contoh:
Nama: Ahmad
Kelas: XI PPLG 1
Judul Proyek: Home Emergency Contacts
Link Blog: https://alamat-blog-siswa.blogspot.com/...
Pastikan menggunakan nama dan kelas yang benar agar guru mudah melakukan pemeriksaan.
H. PESAN GURU
Anak-anak, pembelajaran hari ini mungkin kita lakukan secara daring. Namun, bukan berarti semangat belajar dan berkarya harus berkurang.
Kalian tidak dituntut langsung menjadi programmer profesional. Kalian sedang belajar menjadi pengembang perangkat lunak yang mampu memahami masalah, mencari solusi, mencoba, dan memperbaiki kesalahan.
Jangan takut menemukan error. Jangan malu bertanya. Jangan hanya mengejar hasil akhir.
Manfaatkan AI sebagai asisten belajar, tetapi kemampuan berpikir dan memahami tetap harus berasal dari diri kalian sendiri.
Buatlah aplikasi dengan kreativitas masing-masing. Dokumentasikan prosesnya dengan baik. Jadikan blog kalian sebagai portofolio karya digital.
Ingat: Programmer hebat bukanlah orang yang tidak pernah mengalami error, tetapi orang yang mau memahami dan memperbaiki error tersebut.
Selamat belajar, selamat berkarya, dan tetap semangat meskipun belajar dari rumah!
Guru Mata Pelajaran
Pemrograman Perangkat Bergerak
Darsu, S.Kom.
